Kamis, 18/06/2026
Kamis, 18/06/2026
Bangunan Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Kamis, 18/06/2026

Bangunan Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Keluhan pedagang dan pengunjung terkait tempias air hujan di Gedung Pasar Pagi Samarinda dipastikan akan segera ditangani.
Tahun ini, Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk pemasangan sistem penutup geser (sliding) guna mencegah air hujan masuk ke dalam bangunan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, saat ini proyek tersebut telah memasuki tahapan lelang. “Sekarang dalam proses lelang. Pokoknya Desember harus sudah selesai,” kata Marnabas.
Pendanaan penanganan tempias diketahui berasal dari pergeseran anggaran yang telah disetujui. Karena itu, pemerintah tetap harus mengikuti seluruh tahapan dan ketentuan yang berlaku sehingga pengerjaan tidak dapat dilakukan secara instan.
Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) pun tidak memungkinkan untuk menangani permasalahan tersebut. Berbeda dengan sejumlah kebutuhan mendesak lain seperti penanganan kebakaran di Pasar Segiri yang memungkinkan menggunakan skema BTT.
“Karena sudah dianggarkan melalui pergeseran, kita harus taat aturan. Tidak bisa langsung dicairkan karena BTT tidak memungkinkan,” katanya.
Marnabas mengakui persoalan tempias sebelumnya tidak terdeteksi selama proses pembangunan berlangsung. Konsep bangunan yang terbuka diterapkan berdasarkan rekomendasi ahli untuk menjaga sirkulasi udara di dalam gedung. Namun, setelah pasar mulai ditempati dan curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi, air justru masuk ke area dalam bangunan.
“Setelah ditempati malah muncul tempias. Intensitas hujan sekarang juga luar biasa,” ucapnya.
Karena itu, pemerintah memilih mempercepat penanganan melalui pergeseran anggaran tanpa harus menunggu pembahasan perubahan APBD yang dinilai membutuhkan waktu lebih panjang.
“Untungnya masalah ini diketahui lebih awal sehingga bisa dimasukkan dalam pergeseran anggaran,” terangnya.
Penanganan tempias dipastikan tidak akan menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Kebutuhan anggaran yang cukup besar membuat pembiayaan difokuskan melalui APBD, sementara dana CSR diarahkan untuk fasilitas tangga.
“Ini menjadi bahan analisis kami, sehingga tidak menutup kemungkinan nanti diusulkan penambahan jalur eskalator,” tandasnya.
Editor: Erwin
Kamis, 18/06/2026
Bangunan Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER