Sabtu, 13/06/2026
Sabtu, 13/06/2026
Penyampaian para narasumber dalam kegiatan Konvensi Media Siber yang digelar oleh Komunitas Wartawan Legend Kaltim (Surya/KK)
Sabtu, 13/06/2026

Penyampaian para narasumber dalam kegiatan Konvensi Media Siber yang digelar oleh Komunitas Wartawan Legend Kaltim (Surya/KK)
Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Komunitas Wartawan Legend Kaltim menggelar Konvensi Media Siber di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (13/6/2026), menghadirkan berbagai narasumber untuk membahas tantangan industri media di tengah pesatnya perkembangan media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal yang jadi Nara sumber menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi insan pers untuk memperbarui wawasan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Forum seperti ini perlu lebih sering diselenggarakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak agar diskusi mengenai perkembangan dunia jurnalistik dapat berlangsung lebih luas dan mendalam.
"Ini penting untuk menambah wawasan, meng-upgrade pengetahuan, mengikuti perkembangan, sekaligus membangun komitmen bersama dengan seluruh stakeholder," ujar Faisal.
Faisal juga menyoroti kondisi dunia informasi saat ini yang semakin dipengaruhi oleh media sosial. Faisal mengaku, fenomena yang beberapa tahun lalu diprediksi, yakni persaingan antara media arus utama dan media sosial, kini benar-benar terjadi.
Media profesional tidak seharusnya memandang media sosial sebagai lawan. Sebaliknya, keduanya perlu membangun kolaborasi dengan strategi yang tepat sehingga mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Solusi yang paling baik bukan perang dengan media sosial, tetapi bagaimana kita bisa berkolaborasi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan," ucapnya.
Faisal juga mengingatkan pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah persaingan mengejar viralitas. Menurut dia, semakin banyak konten yang mengabaikan kaidah jurnalistik sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.
Informasi yang tidak beretika dapat membentuk persepsi buruk terhadap Kaltim, bahkan berpengaruh terhadap minat investasi dan kepercayaan masyarakat terhadap daerah.
"Yang membaca adalah seluruh masyarakat Kaltim. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat melalui literasi yang baik," tegasnya.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 13/06/2026
Penyampaian para narasumber dalam kegiatan Konvensi Media Siber yang digelar oleh Komunitas Wartawan Legend Kaltim (Surya/KK)
TERPOPULER