Minggu, 07/06/2026
Minggu, 07/06/2026
Tangkapan layar video rekaman saat korban dievakuasi oleh warga sekitar. (Foto: Istimewa)
Minggu, 07/06/2026

Tangkapan layar video rekaman saat korban dievakuasi oleh warga sekitar. (Foto: Istimewa)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Insiden tragis terjadi di kawasan Gelinggang, RT 06, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Sabtu (6/6/2026). Seorang pria bernama Muhammad Ali Wardana (29), warga Kelurahan Bantuas, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah danau yang berada dalam area konsesi pertambangan yang sudah tidak aktif.
Korban diketahui berangkat ke lokasi bersama ayahnya sekitar siang hari untuk memancing sekaligus berburu. Mereka memasuki kawasan tersebut melalui akses Jalan Pit Karyawan yang berada di sekitar konsesi tambang.
Kapolsek Palaran Kompol Iswanto menjelaskan, sebelum kejadian, korban terlebih dahulu berburu menggunakan senapan angin yang dibawanya, sementara sang ayah memilih memancing di sekitar lokasi.
“Korban datang bersama ayahnya. Selain membawa alat pancing, korban juga membawa senapan angin untuk berburu. Saat itu ayahnya memancing, sedangkan korban berjalan lebih dulu ke area sekitar danau,” ujar Iswanto saat dikonfirmasi pada Minggu (7/6/2026).
Sekitar 15 menit kemudian, ayah korban mendengar teriakan minta tolong. Ia segera berlari menuju sumber suara, namun tidak menemukan keberadaan anaknya.
Upaya pencarian mandiri dilakukan selama kurang lebih 30 menit sebelum meminta bantuan para pekerja yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Setelah mencari sendiri dan tidak menemukan korban, ayahnya meminta bantuan pekerja yang berada sekitar 200 meter dari lokasi. Pencarian kemudian dilakukan bersama-sama,” katanya.
Sekitar pukul 14.10 Wita, seorang warga yang ikut melakukan pencarian melihat bagian rambut korban di permukaan air. Korban kemudian berhasil dievakuasi dari kedalaman danau dengan jarak sekitar tiga meter dari tepian.
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Palaran menyatakan korban telah meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
“Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi,” terangnya.
Informasi yang beredar sempat menyebut korban meninggal di lubang bekas tambang. Namun pihak kepolisian menegaskan, lokasi kejadian merupakan danau alami meski berada di dalam wilayah konsesi tambang batu bara milik KSU Gelinggang Mandiri yang saat ini sudah tidak beroperasi.
“Perlu kami luruskan bahwa lokasi tenggelamnya korban adalah danau alami, bukan kolam bekas tambang. Namun memang berada di dalam area konsesi tambang yang sudah tidak aktif,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 07/06/2026
Tangkapan layar video rekaman saat korban dievakuasi oleh warga sekitar. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER