Minggu, 07/06/2026
Minggu, 07/06/2026
Kondisi Jembatan Achmad Amins ketika siang hari. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Minggu, 07/06/2026

Kondisi Jembatan Achmad Amins ketika siang hari. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kabel lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Achmad Amins kembali menjadi sasaran aksi pencurian sehingga mengganggu sistem penerangan dan menyebabkan kerugian sekitar Rp360 juta.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, insiden ini membuat sejumlah LPJU di jembatan penghubung antara Samarinda Seberang dan Palaran tersebut kembali tidak berfungsi optimal.
“Kami sudah membuat laporan ke Polresta Samarinda dan pencurinya juga sudah tertangkap,” kata Manalu pada Minggu, (7/6/2026).
Aksi pencurian di Jembatan Achmad Amins ini bukan kali pertama terjadi. Kasus serupa tercatat sudah mencuat sejak awal 2025 dan kembali terulang beberapa hari lalu.
Para pelaku diketahui mengincar tembaga di dalam kabel karena memiliki nilai jual tinggi. Pencurian tersebut bahkan dilakukan secara bertahap dengan memotong kabel sedikit demi sedikit.
“Kabel itu dipotong pelaku di satu sisi, besok dan hari berikutnya dilanjutkan lagi, yang ada nilai jualnya itu tembaga di dalam kabel,” katanya.
Dishub Samarinda kini telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memasang pagar pengaman yang lebih kokoh di sekitar area jembatan guna mempersempit ruang gerak pelaku.
Langkah tersebut dinilai penting karena tanpa adanya pengamanan tambahan, kerawanan serupa berpotensi terulang meski perbaikan lampu selesai dilakukan.
“Kami meminta dilakukan pemagaran yang betul-betul kuat sehingga tidak ada lagi akses masuk untuk mencuri,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memasang kamera pengawas (CCTV) di kawasan tersebut sebagai langkah preventif.
Manalu mengakui, anggaran pemeliharaan LPJU Jembatan Achmad Amins sebenarnya sudah tersedia. Namun, perbaikan tetap tak akan efektif apabila aspek pengamanan di lapangan belum diperketat. “Kalau tidak dipagar, kemungkinan kabelnya akan dicuri lagi,” tegasnya.
Sebenarnya, konsep pencahayaan dan ornamen lampu di infrastruktur tersebut telah dirancang untuk mempercantik estetika kota pada malam hari. Namun, raibnya kabel penghubung membuat sebagian besar lampu padam.
“Padahal sudah bagus, lampu dan warnanya sudah ada. Namun, padam semua karena kabelnya hilang,” ungkapnya.
Selain di Jembatan Achmad Amins, Dishub menerima laporan mengenai hilangnya kabel penerangan di kawasan Jalan Pahlawan dan Jalan Dr. Soetomo. Oleh karena itu, Manalu berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan penerangan jalan.
“Jangan melakukan pencurian karena ini fasilitas publik yang sangat penting untuk keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 07/06/2026
Kondisi Jembatan Achmad Amins ketika siang hari. (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER