Minggu, 07/06/2026

Pasca Insiden di Manggar, DPRD Dorong Pemkot Petakan Drainase Berbahaya

Minggu, 07/06/2026

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur, Sofyan Jufri. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pasca Insiden di Manggar, DPRD Dorong Pemkot Petakan Drainase Berbahaya

Minggu, 07/06/2026

logo

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur, Sofyan Jufri. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Penulis: La Eko

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Tragedi meninggalnya seorang balita berusia dua tahun berinisial KAR yang hanyut terbawa arus parit di depan rumahnya di Jalan Mangga 5, RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, mendapat perhatian dari DPRD Kota Balikpapan.

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur, Sofyan Jufri, meminta Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera melakukan pemetaan terhadap titik-titik drainase yang berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman.

Menurut Sofyan, keberadaan sejumlah drainase berukuran besar dan terbuka perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

“Kalau ada drainase yang besar dan berada di lingkungan permukiman atau tepat di depan rumah warga, sebaiknya dipikirkan untuk diberi penutup. Drainase yang menganga seperti itu sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Ia menilai peristiwa yang terjadi di Manggar harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak. Pemerintah, khususnya instansi teknis terkait, diminta lebih serius memperhatikan aspek keselamatan pada infrastruktur drainase yang ada khususnya pemukiman warga.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada korban berikutnya. Ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih serius memikirkan langkah pencegahan,” jelasnya.

Meski demikian, Sofyan menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak perlu dijadikan ajang saling menyalahkan. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperhatikan hal-hal yang berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Selain mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap kondisi drainase, Sofyan juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama ketika berada di sekitar saluran air atau infrastruktur yang berisiko.

“Pengawasan dari orang tua juga harus maksimal. Jangan sampai lengah, apalagi jika di sekitar lingkungan terdapat bangunan atau drainase yang berbahaya. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” terangnya.

Sofyan menambahkan, pemerintah perlu segera mengidentifikasi dan memetakan seluruh titik rawan yang memiliki drainase terbuka maupun saluran air berukuran besar.

Sebab, potensi bahaya tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga orang dewasa, terutama saat terjadi hujan deras dan banjir.

“Drainase seperti itu bukan hanya berbahaya bagi anak-anak. Orang dewasa pun bisa menjadi korban, terutama saat kondisi banjir. Karena itu perlu dipikirkan langkah pengamanan, salah satunya dengan pemasangan penutup pada titik-titik yang berisiko,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Pasca Insiden di Manggar, DPRD Dorong Pemkot Petakan Drainase Berbahaya

Minggu, 07/06/2026

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur, Sofyan Jufri. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait