Minggu, 07/06/2026
Minggu, 07/06/2026
Salah satu bangunan Dapur SPPG di Kabupaten Mahakam Ulu, telah selesai dibangun. Namun hingga kini fasilitas tersebut masih belum beroperasi untuk melayani program pemenuhan gizi. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Minggu, 07/06/2026

Salah satu bangunan Dapur SPPG di Kabupaten Mahakam Ulu, telah selesai dibangun. Namun hingga kini fasilitas tersebut masih belum beroperasi untuk melayani program pemenuhan gizi. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah selesai dibangun di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) hingga kini belum dapat beroperasi.
Penyebabnya, pembayaran pembangunan serta dukungan operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum terealisasi.
Wakil Ketua Satgas MBG Mahakam Ulu, Agustinus Teguh Santoso, mengatakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibangun oleh investor yang ditunjuk langsung oleh BGN di beberapa lokasi, antara lain Ujoh Bilang, Long Melaham, Long Hubung, dan Mamahak Teboq.
Menurutnya, seluruh bangunan telah selesai dikerjakan dan bahkan telah melalui proses peninjauan oleh tim operasional serta appraisal. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi pembayaran dari BGN kepada investor yang telah mengeluarkan modal pembangunan.
“Bangunan sudah dibuat oleh investor, hanya memang pembayaran belum dilakukan karena hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan BGN,” kata Agustinus.
Ia menjelaskan, proses peninjauan terhadap bangunan telah selesai dilakukan sekitar tiga bulan lalu. Meski demikian, baik biaya pembangunan maupun dukungan operasional yang dijanjikan belum juga dicairkan.
Kondisi tersebut mulai menimbulkan keresahan di kalangan investor. Sejumlah investor mengeluhkan belum kembalinya modal yang telah mereka keluarkan untuk membangun fasilitas pendukung program MBG. Bahkan, beberapa di antaranya mulai membuka peluang bagi pihak lain yang berminat mengambil alih investasi tersebut.
Agustinus menegaskan Satgas MBG Kabupaten tidak memiliki kewenangan terkait pembayaran maupun operasional program. Peran satgas hanya melakukan pendampingan, pengawasan, serta menyampaikan laporan perkembangan kepada BGN di tingkat provinsi maupun pusat.
Karena itu, pihaknya berharap dapur MBG yang sudah selesai dibangun dapat segera dioperasikan sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat Mahakam Ulu.
“Kami berharap yang sudah terbangun dilaksanakan dulu sehingga paling tidak di Kabupaten Mahakam Ulu program MBG ini juga bisa berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pergantian pimpinan di lingkungan BGN kemungkinan masih memerlukan proses koordinasi lanjutan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, fasilitas MBG yang telah terbangun tetap akan menjadi bagian dari program dan direncanakan untuk dioperasikan oleh kepemimpinan BGN yang baru.
Satgas MBG Mahakam Ulu menyatakan siap mendampingi pelaksanaan program tersebut agar dapat segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi bagi peserta sasaran di daerah.
Editor: Erwin
Minggu, 07/06/2026
Salah satu bangunan Dapur SPPG di Kabupaten Mahakam Ulu, telah selesai dibangun. Namun hingga kini fasilitas tersebut masih belum beroperasi untuk melayani program pemenuhan gizi. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER