Minggu, 07/06/2026

Impor Kaltim April 2026 Naik 32,94 Persen, Didominasi Sektor Migas

Minggu, 07/06/2026

Ilustrasi impor migas. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Impor Kaltim April 2026 Naik 32,94 Persen, Didominasi Sektor Migas

Minggu, 07/06/2026

logo

Ilustrasi impor migas. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Aktivitas impor Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan peningkatan signifikan pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai impor mencapai 1,84 miliar dolar AS atau naik 32,94 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 631,57 juta dolar AS.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan lonjakan impor tersebut terutama ditopang oleh peningkatan impor sektor minyak dan gas (migas) yang masih mendominasi struktur impor daerah.

“Nilai impor migas pada April 2026 mencapai 750,74 juta dolar AS atau meningkat 33,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara impor nonmigas tercatat sebesar 89 juta dolar AS atau naik 25,94 persen,” ujarnya.

Menurut Mas’ud, tingginya impor migas mencerminkan besarnya kebutuhan energi dan bahan bakar untuk menopang aktivitas industri serta sektor transportasi di Kaltim. Selain itu, berbagai proyek strategis yang tengah berjalan juga ikut mendorong permintaan terhadap produk energi dan barang penunjang lainnya.

Pada kelompok nonmigas, kenaikan paling mencolok terjadi pada golongan barang pupuk yang bertambah 12,09 juta dolar AS. Peningkatan ini menunjukkan adanya kebutuhan yang lebih besar dari sektor perkebunan dan pertanian yang masih menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Di sisi lain, impor barang dari besi dan baja justru mengalami penurunan terdalam, yakni sebesar 8 juta dolar AS atau turun 63,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini diduga dipengaruhi berkurangnya kebutuhan material tertentu setelah sejumlah proyek konstruksi memasuki tahap berbeda atau telah menyelesaikan pengadaan pada periode sebelumnya.

Mas’ud menuturkan perkembangan impor Kaltim juga tidak lepas dari aktivitas pembangunan yang terus meningkat. Kebutuhan bahan baku industri, barang modal, hingga barang konsumsi menunjukkan tren kenaikan selama April 2026.

Data BPS mencatat impor barang konsumsi naik 60 persen dibandingkan Maret 2026. Sementara impor bahan baku dan barang penolong meningkat 33,50 persen, sedangkan impor barang modal naik 14,55 persen.

“Peningkatan pada kelompok bahan baku dan barang modal mengindikasikan aktivitas produksi dan investasi masih berjalan cukup kuat. Ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan berbagai proyek di daerah,” jelasnya.

Berdasarkan negara asal barang, Tiongkok masih menjadi pemasok terbesar impor nonmigas Kalimantan Timur selama Januari–April 2026 dengan nilai 65,71 juta dolar AS atau berkontribusi 22,03 persen. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebesar 42,17 juta dolar AS atau 14,14 persen, disusul Amerika Serikat sebesar 31,61 juta dolar AS atau 10,60 persen.

Meski impor mengalami peningkatan cukup tajam, neraca perdagangan Kaltim tetap mencatat kinerja positif. Pada April 2026, neraca perdagangan Kaltim membukukan surplus sebesar 934,41 juta dolar AS.

Surplus tersebut terutama ditopang sektor nonmigas yang mencatat kelebihan perdagangan sebesar 1,58 miliar dolar AS. Namun, sektor migas masih mengalami defisit sebesar 649,74 juta dolar AS akibat tingginya kebutuhan impor energi.

Mas’ud menilai kondisi tersebut menunjukkan perekonomian Kaltim masih bergerak aktif. Tingginya impor tidak selalu menjadi sinyal negatif, terutama apabila didominasi oleh bahan baku, barang modal, dan kebutuhan produksi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta aktivitas industri di daerah. 

Editor: Erwin

Impor Kaltim April 2026 Naik 32,94 Persen, Didominasi Sektor Migas

Minggu, 07/06/2026

Ilustrasi impor migas. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait