Selasa, 28/10/2025

Serangan Ulat Bulu Ganggu Aktivitas di Taman Bebaya Samarinda, Pengunjung Alami Gatal dan Iritasi

Selasa, 28/10/2025

Tia pengunjung yang merasakan gatal pada saat mengunjungi taman bebaya, BPBD Bersama intansi terkait melalukan penyemprotan di taman bebaya (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Serangan Ulat Bulu Ganggu Aktivitas di Taman Bebaya Samarinda, Pengunjung Alami Gatal dan Iritasi

Selasa, 28/10/2025

logo

Tia pengunjung yang merasakan gatal pada saat mengunjungi taman bebaya, BPBD Bersama intansi terkait melalukan penyemprotan di taman bebaya (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: */Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Suasana sore di Taman Bebaya, salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Samarinda di tepian Sungai Mahakam, mendadak berubah menjadi tidak nyaman. Serangan ulat bulu yang muncul di area taman membuat sejumlah pengunjung harus meninggalkan lokasi lebih awal lantaran mengalami gatal dan bentol pada kulit.

Beberapa pengunjung mengaku merasakan gejala iritasi setelah tanpa sengaja terpapar bulu halus dari ulat yang beterbangan tertiup angin. 

Salah satunya adalah Tia, warga Jalan Perjuangan, yang datang bersama rekannya untuk menikmati pemandangan sore. Ia baru menyadari keberadaan ulat bulu setelah mendapat imbauan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

“Tadi kami dikasih tahu petugas kalau sedang ada penyemprotan karena ulat bulu. Makanya langsung memilih pulang, soalnya sudah terasa gatal,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Sebelum mengetahui informasi itu, Tia dan rekannya sempat berjalan di sekitar tepian sungai. Tak lama setelah itu, kulitnya terasa perih dan muncul bentol merah. 

“Rasanya gatal sekali, padahal cuma jalan sebentar. Ternyata serbuk bulunya menempel,” ucapnya.

Menindaklanjuti laporan dari warga, BPBD Kota Samarinda langsung turun ke lapangan sejak pagi untuk memastikan kondisi tersebut. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan banyak ulat bulu yang berkembang di pepohonan sepanjang taman.

Analis Kebencanaan BPBD Kota Samarinda, Mohd. Iskandar, mengatakan pihaknya segera melakukan penyemprotan cairan pembasmi menggunakan mobil tangki dan alat semprot manual. 

“Kami lakukan pengendalian agar penyebaran tidak semakin luas. Hasil pantauan menunjukkan populasi ulat cukup banyak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan cairan yang digunakan adalah jenis montaf sebanyak tiga liter, yang aman bagi tanaman namun efektif membasmi ulat. Penanganan juga dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sebelumnya sudah menyemprot area taman pada pagi hari.

“Jika terbawa angin, bulu ulat bisa menyebar luas dan membahayakan pengunjung lain. Kami terus pantau sampai benar-benar aman,” jelasnya

Menurut Iskandar, bulu halus ulat mengandung zat iritan yang bisa menyebabkan alergi kulit dan gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk sementara waktu menghindari area sekitar taman hingga penanganan dinyatakan selesai.


Editor: Erwin

Serangan Ulat Bulu Ganggu Aktivitas di Taman Bebaya Samarinda, Pengunjung Alami Gatal dan Iritasi

Selasa, 28/10/2025

Tia pengunjung yang merasakan gatal pada saat mengunjungi taman bebaya, BPBD Bersama intansi terkait melalukan penyemprotan di taman bebaya (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait