Senin, 11/03/2024

Petani Milenial Masih Sulit Terwujud, Lahan Seluas 30 Hektare di Sambutan Hanya Digarap 160 Orang

Senin, 11/03/2024

Wali Kota Samarinda, Andi Harun ikut bajak sawah di Kecamatan Sambutan. (Foto: Humas)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Petani Milenial Masih Sulit Terwujud, Lahan Seluas 30 Hektare di Sambutan Hanya Digarap 160 Orang

Senin, 11/03/2024

logo

Wali Kota Samarinda, Andi Harun ikut bajak sawah di Kecamatan Sambutan. (Foto: Humas)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Menggalakan program petani milenial tampaknya masih sulit terwujud, khususnya di Samarinda. Buktinya, saat Wali Kota Samarinda, Andi Harun melakukan panen raya padi di Kecamatan Sambutan beberapa waktu lalu, usia mayoritas petani yang ikut serta dalam kegiatan panen tersebut di atas 35 tahun.

Menurut, Plh Kepala Bidang (Kabid) Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Didi Subroto mengaku bahwa untuk petani milenial ini, minatnya masih sedikit karena mereka justru memilih pekerjaan yang lebih menjanjikan.

“Petani milenial ini masih sedikit, karena mereka namanya anak muda ya, mana mau main lumpur-lumpur. Jadi mungkin mereka masih mau mencari peluang usaha yang lain,” ungkap Didi, Senin (11/3/2024).

Dia mengatakan, berbeda dengan perkebunan sayur mayur atau buah yang memang digarap di lahan kering, memang banyak pemuda yang meminatinya. Didi juga mengakui jika petani di daerah Sambutan memang banyak berusia tua.

“Untuk keluarga kan dimakan, dijual juga paling sedikit saja. Artinya mereka utamakan makan untuk istri dan anak, atau keluarga,” tegasnya.

Di Sambutan jelasnya, memang terdapat sekitar 32 petani dalam satu kelompok, dan di sana terdapat lima kelompok, artinya total petani di lahan seluas 30 hektare yang panen raya tersebut hanya 160 petani saja.

Kendati demikian, Didi mengaku bahwa lahan di Sambutan tumbuh dengan subur karena air yang sudah tersedia dari bendungan. Tak hanya padi, di lahan tersebut juga ditanami jagung sebagai tanaman tumpang sari.

Dia berharap adanya program Pemkot Samarinda yang akan membeli hasil panen petani lokal, bisa menarik minat petani milenial untuk bergabung dan mengelola sawah yang ada.

Editor: Maruly Z


Petani Milenial Masih Sulit Terwujud, Lahan Seluas 30 Hektare di Sambutan Hanya Digarap 160 Orang

Senin, 11/03/2024

Wali Kota Samarinda, Andi Harun ikut bajak sawah di Kecamatan Sambutan. (Foto: Humas)

Share

Berita Terkait