Selasa, 31/01/2023
Selasa, 31/01/2023
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi. (Foto: Istimewa)
Selasa, 31/01/2023

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi. (Foto: Istimewa)
Penulis: Maruly Zainuddin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – SMK Medika yang beralamat di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara Samarinda ini memang punya cara beda dalam mendidik siswanya untuk bisa menghasilkan lulusan yang dapat terserap di dunia kerja.
Sekolah yang juga memiliki kampus di Jalan Lai, Komplek Voorvo ini meski memiliki program studi unggulan bidang kesehatan seperti keperawatan, teknologi laboratorium medik dan farmasi, namun juga ada program studi unggulan lainnya yakni multimedia dan teknik otomotif yang disesuaikan dengan minat siswa serta kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.
Bahkan, tak jarang SMK Medika yang berdiri sejak 2010 lalu itu kerap menggelar kegiatan di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Samarinda setiap 2 bulan sekali. Misalnya saja menggelar bazar kuliner, serta seminar motivasi kewirausahaan yang melibatkan seluruh siswa termasuk para guru dan karyawan sekolah.
Tujuannya tentu untuk mengenalkan kepada siswa tentang dunia wirausaha, sehingga siswa yang memiliki bakat dalam bidang kuliner dan berniaga bisa menyalurkan minat dan bakatnya. Sekaligus, pusat perbelanjaan tersebut dapat menjadi tempat praktek para siswa dan juga unjuk kebolehan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa di sekolah.
“Sekolah di sini (SMK Medika) gratis SPP, tidak ada uang praktek dan uang gedung. Kita mendapatkan dana Bosda provinsi dan Bosnas itu berapa? Ternyata setelah digabung, bisa untuk membayar gaji guru, selebihnya untuk membayar biaya operasional yang lain,” ungkap Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi kepada Koran Kaltim, Selasa (31/1/2023).
Dia menambahkan, saat ini sekolah yang dipimpinnya sudah memiliki 1.200 siswa mulai kelas 10 hingga 12 dengan jumlah guru dan staf sekitar 60 orang. Sekolahnya juga memiliki cukup banyak kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti siswa mulai sepak bola, futsal, kepramukaan, band, teater, palang merah remaja, dance hingga tari tradisional yang dibimbing oleh tenaga pendidik yang tidak hanya menguasai teori, namun juga sudah berpengalaman dibidangnya.
“Program Kementerian Pendidikan itu ada yang disebut BMW, yakni B bagaimana alumninya itu bisa bekerja, M bagaimana alumninya bisa melanjutkan studi bila mampu dan W bagaimana alumni ini bisa berwirausaha,” imbuhnya.
Selama menempuh pendidikan, siswa juga tidak akan diberikan Pekerjaan Rumah (PR), termasuk ulangan harian sebagaimana kerap dilakukan sekolah pada umumnya, sehingga siswa tidak akan merasa terbebani setelah pulang ke rumah.
Bahkan, untuk kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, pihak sekolah hanya menerapkanya mulai Senin hingga Kamis, sementara pada hari Jumat, siswa hanya fokus untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan pengajian.
Bicara prestasi, sekolah yang memiliki visi terwujudnya SDM yang menguasai Iptek dan berjiwa entrepreneurship ini juga tak bisa dianggap remeh. SMK Medika pernah juara 1 MTQ pelajar Kaltim pada 2017, juara 1 turnamen futsal Wawali Cup 2019, juara 1 modern dance 2018, juara 2 tari nusantara 2017 hingga juara 3 sepak bola Piala Kemenpora 2018 dan sederet prestasi lainnya.
Selasa, 31/01/2023
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER