Kamis, 01/01/2026

Harga Minyak Kita Diawasi Ketat, Disperindagkop PPU Minta Pedagang Tak Mainkan Harga

Kamis, 01/01/2026

Disprindagkop PPU Tinjau Langsung Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Harga Minyak Kita Diawasi Ketat, Disperindagkop PPU Minta Pedagang Tak Mainkan Harga

Kamis, 01/01/2026

logo

Disprindagkop PPU Tinjau Langsung Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Penulis : Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM — Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara (Diskukmperindag PPU)memperketat pengawasan distribusi dan harga minyak goreng merek Minyak Kita di pasar induk Nenang, Kecamatan Penajam, menyusul tingginya kebutuhan masyarakat dipergantian tahun serta potensi permainan harga di tingkat pedagang.

Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU Marlina menegaskan, mereka sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan pasokan Minyak Kita segera disalurkan ke pasar karena merupakan minyak goreng dengan harga paling murah dan menjadi andalan masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk segera mendistribusikan Minyak Kita, karena ini produk minyak goreng termurah yang dibutuhkan masyarakat,” kata Marlina kepada Korankaltim.com Kamis (1/1/2026) hari ini.

Namun Marlina mengakui distribusi yang dilakukan Bulog ke pedagang masih terbatas. Setiap pedagang pasar rata-rata hanya menerima dua hingga tiga dus, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan pasokan dan membuka celah kenaikan harga di lapangan.

“Bulog mendistribusikan ke pedagang biasanya dua sampai tiga dus. Ini yang terus kami pantau agar tidak dimanfaatkan untuk menaikkan harga,” ujarnya.

Diskukmperindag PPU menilai kondisi ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman. Beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya disebut belum mengalami kelangkaan. Meski begitu, pengawasan harga tetap diperketat untuk mencegah lonjakan yang merugikan masyarakat. “Kondisi pasar cukup, bahan pokok aman dan terkendali menjelang tahun baru,”kata Marlina.

Dalam pengawasan di lapangan, Diskukmperindag tidak hanya menegur pedagang yang menjual di atas harga ketentuan, tetapi juga menelusuri rantai pasok penyebab mahalnya harga jual.

“Kalau ada pedagang yang menjual dengan harga tinggi, kami lakukan pembinaan dan menanyakan sumber barangnya dari mana,” ucapnya.

Apabila pedagang mendapatkan pasokan dari distributor dengan harga tinggi, pemerintah daerah akan turun tangan mencarikan alternatif sumber pasokan yang lebih murah dan terdekat. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk intervensi pasar agar harga tetap stabil.

“Ketika pedagang membeli dari sumber yang mahal, kami carikan sumber yang lebih murah supaya harga ke masyarakat bisa ditekan,”tegas Marlina.


Editor : Aspian Nur

Harga Minyak Kita Diawasi Ketat, Disperindagkop PPU Minta Pedagang Tak Mainkan Harga

Kamis, 01/01/2026

Disprindagkop PPU Tinjau Langsung Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Share

Berita Terkait