Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU Marlina menegaskan, mereka sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan pasokan Minyak Kita segera disalurkan ke pasar karena merupakan minyak goreng dengan harga paling murah dan menjadi andalan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk segera mendistribusikan Minyak Kita, karena ini produk minyak goreng termurah yang dibutuhkan masyarakat,” kata Marlina kepada Korankaltim.com Kamis (1/1/2026) hari ini.
Namun Marlina mengakui distribusi yang dilakukan Bulog ke pedagang masih terbatas. Setiap pedagang pasar rata-rata hanya menerima dua hingga tiga dus, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan pasokan dan membuka celah kenaikan harga di lapangan.
“Bulog mendistribusikan ke pedagang biasanya dua sampai tiga dus. Ini yang terus kami pantau agar tidak dimanfaatkan untuk menaikkan harga,” ujarnya.
Diskukmperindag PPU menilai kondisi ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman. Beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya disebut belum mengalami kelangkaan. Meski begitu, pengawasan harga tetap diperketat untuk mencegah lonjakan yang merugikan masyarakat. “Kondisi pasar cukup, bahan pokok aman dan terkendali menjelang tahun baru,”kata Marlina.
Dalam pengawasan di lapangan, Diskukmperindag tidak hanya menegur pedagang yang menjual di atas harga ketentuan, tetapi juga menelusuri rantai pasok penyebab mahalnya harga jual.
“Kalau ada pedagang yang menjual dengan harga tinggi, kami lakukan pembinaan dan menanyakan sumber barangnya dari mana,” ucapnya.
Apabila pedagang mendapatkan pasokan dari distributor dengan harga tinggi, pemerintah daerah akan turun tangan mencarikan alternatif sumber pasokan yang lebih murah dan terdekat. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk intervensi pasar agar harga tetap stabil.
“Ketika pedagang membeli dari sumber yang mahal, kami carikan sumber yang lebih murah supaya harga ke masyarakat bisa ditekan,”tegas Marlina.
Editor : Aspian Nur