Berkaitan kegiatan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Kuaro Andi Adnan menyampaikan, program Refresing Bis Rutin merupakan salah satu program inovasi Puskesmas Kuaro dalam mengajak masyarakat untuk pencegahan stunting. "Melalui kegiatan ini kami harap masyarakat juga bisa melakukan upaya dalam pencegahan stunting, sebab mencegah lebih baik dari pada mengobati," ucap Andi Adnan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Amri Yulihardi menyampaikan, setiap ibu rumah tangga memiliki peranan penting dalam pencegahan stunting. Sehingga, penting bagi ibu rumah tangga untuk memahami gizi yang dibutuhkan anak.
"Kami harap setiap ibu bisa memahami berkaitan dengan nilai gizi yang dibutuhkan anak, sehingga ibu juga bisa mendukung program pencegahan Stunting," jelas Amri Yulihardi.
Disisi lain, Dokter Spesialis Anak pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Paser, dr Ahmad Hadiwijaya menyampaikan, stunting merupakan kondisi kurangnya gizi pada anak. Hal tersebut akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. "Stunting selain menjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak, juga akan sangat mempengaruhi kesehatan serta daya pikir anak," ucap dr Ahmad Hadiwijaya.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilaksanakan sejak perencanaan hamil, menjaga kondisi kesehatan kehamilan, pada tahap menyusui, sampai pada anak menjalani 1.000 hari setelah kelahiran.
"Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama, terutama bagi ibu ataupun calon ibu," pungkasnya.
Editor: Maruly Z