Dua bocah berinisial RA dan AFR itu meregang nyawa setelah diduga lepas dari pengawasan orangtua saat bermain dan terjatuh kemudian tenggelam ke dalam sungai.
Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Berau mendapat laporan mengenai dua bocah yang diduga tenggelam dan hilang langsung bergerak melakukan pencarian. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau Novian Hidayat juga ikut langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Dua bocah tersebut diduga lepas dari pengawasan orangtuanya sehingga terjatuh diujung jalan ketika sedang bermain. Saat itu ada warga sekitar yang sedang bersantai di teras rumah tidak jauh dari jatuhnya lokasi kejadian melihat kepala satu diantara dua bocah mengapung.
"Ada warga yang duduk diteras rumah tak jauh dari lokasi kejadian dan melihat kepala seorang bocah mengapung. Untuk waktu dan kronologisnya pastinya kami belum tahu,” ujar Novian kepada Korankaltim.com sore tadi.
Warga yang melihat ada kepala bocah mengapung di atas sungai langsung meminta tolong warga lain dan bercebur untuk menolong. Yang ditemukan pertama ada RA yang langsung dievakuasi ke RSUD dr Abdul Rivai untuk pertolongan pertama. Namun setibanga di rumah sakit AR dinyatakan sudah meninggal dunia.
Tidak lama berselang AFR ditemukan oleh Tim SAR gabungan yang tidak jauh dari lokasi kejadian dengan kondisi yang juga sudah tidak bernyawa. “Keduanya dibawa ke rumah sakit, dan selanjutnya dipulangkan ke rumah duka,” ucap Novian lagi.
RA dan AFR sendiri tinggal bertetangga di sebuah kontrakan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian. “Informasinya orangtuanya juga baru pindah juga ke sana,” sebutnya.
Selama proses pencarian BPBD dibantu TNI dan Polri, Basarnas, PMI juga masyarakat sehingga dalam waktu tidak sampai satu jam kedua bocah itu berhasil ditemukan.
Sementara pihak RSUD dr Abdul Rivai melalui Dani menginformasikan RA dan AFR dievakuasi ke rumah sakit dalam kondisi Death of Arrived atau (DoA). “Keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia saat dibawa ke IGD RSUD dr Abdul Rivai,” ujar Dani.
Editor: Aspian Nur