Gregorius Attara, siswa SMAN 1 Sendawar itu dinyatakan gugur usai mengikuti seleksi ditingkat nasional dan posisinya digantikan Sunnu Wahyudi siswa asal SMKN 2 Sangatta Utara, padahal sebelumnya Gregorius Antara sudah dinyatakan lolos dan menjadi peserta terbaik dengan peringkat pertama saat seleksi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam Berita Acara yang diterbitkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur justru nama Sunnu Wahyudi tidak tercantum.
Berdasarkan berita acara tersebut, yang dinyatakan lolos mengikuti seleksi di Jakarta hanya empat nama yaitu Gregorius Attara (Kubar), Ananda Deni Pradana (Balikpapan), Uqaila Nur Mahmudah (Bontang) serta Livenia Evelyn Kurniawan (Samarinda). Tetapi saat menuju ke Jakarta, Sunnu Wahyudi turut berangkat bersama keempat peserta tersebut.
Saat dikonfirmasi permasalahan ini kepada Kepala Kesbangpol Kalimantan Timur Sufian Agus melalui Kepala Bidang (Kabid) Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Syarifuddin Noor menjelaskan, ketika di Jakarta peserta tersebut kembali diseleksi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Dalam penentuan terakhir memang empat orang ini yang terpilih untuk mewakili Kaltim dan berangkat ke Jakarta dilengkapi hasil medical check up," kata Syarif kepada Korankaltim.com Selasa (25/6/2024).
Dalam rapat terakhir keputusan peserta diketahui hasil medical check up Ananda Deni Pradana memiliki kendala di bagian gigi. "Tetapi sudah dioperasi dan klir, kemudian diketahui juga ternyata mengalami buta warna parsial dan dalam rapat bersama BPIP tersebut tidak dipermasalahkan, makanya tetap kita loloskan dan dikirimkan," paparnya.
Sehari sebelum keberangkatan mereka dikabari peserta asal Balikpapan tidak bisa dilanjutkan karena permasalahan buta parsial tersebut. "Jadi dengan waktu yang pendek tersebut kami diminta BPIP untuk menambah satu lagi peserta laki-laki sebagai cadangan yang berasal dari Kutai Timur," jelas Syarifuddin.
Karena ada perintah dari pusat pihaknya langsung menghubungi peserta tersebut di akhir-akhir waktu keberangkatan. "Makanya setelah itu akhirnya 5 peserta ini berangkat ke Jakarta," ujarnya.
Setelah sampai di Jakarta ternyata ada seleksi kembali oleh BPIP dan hasil yang disampaikan kepada Kesbangpol Kaltim semua adalah putusan dan wewenang dari BPIP.
"Jadi dari Kesbangpol Kaltim tidak ada wewenang apapun, karena dalam proses seleksi di Jakarta kami hanya mengantarkan sampai ke pemberangkatan di bandara saja," ujarnya.
Editor: Aspian Nur