Kamis, 27/08/2026
Kamis, 27/08/2026
Proses evakuasi jasad korban. Kini polisi masih mendalami penyebab kematian (ho Polres Kutim)
Kamis, 27/08/2026

Proses evakuasi jasad korban. Kini polisi masih mendalami penyebab kematian (ho Polres Kutim)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Aparat kepolisan dari Polsek Sangatta Utara, Kutai Timur, bergerak cepat menangani kasus penemuan mayat wanita bernama Desi Ariyanti berusia 22 tahun yang ditemukan di sebuah indekos Jalan Yos Sudarso I RT 47 Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara Rabu (26/8/2026) kemarin.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, mereka menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan adanya orang meninggal dunia di salah satu kamar kos. Petugas kemudian segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). “Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di TKP,” kata Bambang.
Penemuan tersebut bermula ketika pemilik indekos bernama Suyono mendapat informasi dari seorang penghuni mengenai adanya bercak darah yang keluar dari celah bawah pintu satu kamar kemudian mencoba membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan. Namun pintu tersebut tidak dapat dibuka dan dari dalam kamar Suyono juga mencium aroma tidak sedap dan melihat adanya aliran darah yang keluar melalui bagian bawah pintu.
Merasa curiga dengan kondisi tersebut Suyono kemudian memberitahukan kejadian itu kepada Rasyid, Ketua RT setempat dan laporan selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian oleh Deko Hariyadi, yang merupakan menantu Suyono sekitar pukul 17.27 WITA petang.
Tidak lama berselang, personel Polsek Sangatta Utara tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi. “TKP langsung kami amankan agar proses pemeriksaan dapat berjalan dengan baik dan kondisi di lokasi tetap terjaga,” kata Bambang.
Desi Ariyanti sendiri wanita kelahiran Sangkulirang, 13 Desember 2004 dan berdomisili di wilayah Teluk Lombok, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan. Berdasarkan temuan awal di lokasi, almarhumah ditemukan di area depan pintu masuk kamar dalam kondisi tergantung menggunakan kain panjang berwarna hitam yang terikat pada bagian leher dan dikaitkan pada pintu kamar. Untuk memastikan kondisi dan penyebab kematiannya, Polsek Sangatta Utara berkoordinasi dengan Polres serta Tim Inafis.
“Untuk memastikan penyebab dan kondisi korban, kami berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Bambang.
Dari pemeriksaan awal Tim Inafis Polres Kutim Desi diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kudungga untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Informasi dari Suyono menyebutkan Desi terakhir kali terlihat pada 15 Agustus 2026 bersama seorang laki-laki. Saat itu, keduanya sempat mendapat teguran dari ibu kos. Setelah itu, laki-laki tersebut meninggalkan lokasi.
Selain itu Desi diketahui menyewa kamar kos tanpa menyerahkan identitas diri kepada pemilik kos dan diperkirakan telah menempati kamar tersebut selama kurang lebih dua pekan. Kos tempat almarhumah ditemukan memiliki enam kamar. Dari jumlah tersebut, empat kamar dalam kondisi terisi, sementara dua kamar lainnya kosong.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang diperoleh di lapangan. Keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan medis akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. “Kami masih mendalami seluruh keterangan dan fakta yang ditemukan di TKP. Untuk penyebab pasti kematian, kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis,” ucap Bambang.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 27/08/2026
Proses evakuasi jasad korban. Kini polisi masih mendalami penyebab kematian (ho Polres Kutim)
TERPOPULER