Jumat, 06/02/2026

Banjir Rendam Sejumlah Titik Permukiman, Polres Kutim Ingatkan Bahaya Satwa Liar

Jumat, 06/02/2026

Debit air rendam sejumlah permukiman, petugas patroli menggunakan perahu karet (Ist)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Banjir Rendam Sejumlah Titik Permukiman, Polres Kutim Ingatkan Bahaya Satwa Liar

Jumat, 06/02/2026

logo

Debit air rendam sejumlah permukiman, petugas patroli menggunakan perahu karet (Ist)

Penulis: Zulhamri 

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Banjir kembali merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jumat (6/2/2026). 

Intensitas hujan tinggi sejak dini hari yang berbarengan dengan pasang air laut membuat debit sungai meningkat dan meluap hingga memasuki pemukiman warga.

Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga memunculkan potensi bahaya lain yang jarang disadari, yakni kemunculan satwa liar dari aliran sungai.

Oleh karenanya, Kepolisian Resor Kutim mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko tersebut.

Situasi banjir di wilayah bantaran sungai memiliki karakteristik tersendiri karena berpotensi membawa hewan liar masuk ke lingkungan permukiman.

“Banjir bukan sekadar soal air yang naik. Ada potensi bahaya lain yang ikut terbawa arus, terutama satwa liar dari sungai,” kata Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto.

Sehingga hal itu harus menjadi perhatian serius masyarakat. Ia menekankan, air keruh dan arus yang tidak terlihat jelas dapat menyembunyikan berbagai risiko, mulai dari lubang drainase hingga keberadaan hewan predator. Karena itu, warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak mendesak.

“Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas. Hindari beraktivitas di genangan, terlebih pada malam hari ketika jarak pandang terbatas,” jelasnya.

Peran orang tua dalam menjaga anak-anak selama banjir berlangsung. Kondisi air yang tampak tenang kerap menipu dan memicu anak untuk bermain, padahal situasi tersebut berpotensi berbahaya.

“Pastikan anak-anak tetap berada dalam pengawasan. Jangan sampai banjir justru menjadi ajang bermain yang berisiko,” tegasnya.

Tim gabungan turut melakukan patroli serta pemantauan debit air di sejumlah titik rawan. Selain membantu evakuasi warga, petugas juga memberikan imbauan langsung dari rumah ke rumah.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) masih terus memantau pergerakan ketinggian air. Termasuk mendata sejumlah wilayah yang terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim melaporkan terkait kondisi debit air yang bervariasi tergantung medan permukiman. Jika wilayah dekat dengan sungai ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

“Tapi umumnya ketinggian air mencapai lutut hingga paha orang dewasa. Belum ada minta di evakuasi. Beberapa memilih mengungsi mandiri,” jelasnya.

Terpantau hampir semua RT di dua Kecamatan yakni, Sangatta Utara dan Selatan terdampak banjir. Beberapa lokasi terparah seperti Kelurahan Singa Geweh dan sekitarnya.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif di kawasan rawan. Termasuk membagi tim khusus dalam evakuasi,” pungkasnya.


Editor: Erwin

Banjir Rendam Sejumlah Titik Permukiman, Polres Kutim Ingatkan Bahaya Satwa Liar

Jumat, 06/02/2026

Debit air rendam sejumlah permukiman, petugas patroli menggunakan perahu karet (Ist)

Share

Berita Terkait