Minggu, 13/09/2026
Minggu, 13/09/2026
Kondisi air di Sungai Mahakam yang dilanda intrusi air laut. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Minggu, 13/09/2026

Kondisi air di Sungai Mahakam yang dilanda intrusi air laut. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Krisis air bersih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini kian meluas hingga melanda wilayah hilir.
Akibat fenomena intrusi air laut yang merangsek jauh ke dalam aliran Sungai Mahakam, ribuan warga di Kecamatan Anggana dan Sangasanga terancam kehilangan akses terhadap air bersih.
Kondisi darurat ini memaksa Perumda Tirta Mahakam mengambil langkah demi menyelamatkan hajat hidup orang banyak.
Produksi air bersih lokal di wilayah tersebut hampir lumpuh total setelah kadar klorida pada air baku melonjak drastis hingga mencapai 3.600 ppm. Angka ini jauh melampaui batas aman operasional yang hanya sebesar 250 ppm.
Sebagai solusi cepat, armada mobil tangki raksasa kini menjadi tumpuan utama pemerintah untuk membagikan air kepada masyarakat terdampak.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menegaskan, pelayanan dropping air gratis ini tidak akan dibatasi sepersen pun hingga krisis mereda. Pasokan air darurat ini disedot langsung dari instalasi pengolahan di Loa Janan guna menjamin air yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi.
“Khusus untuk Kecamatan Anggana, kami menyiagakan empat unit mobil tangki. Petugas di lapangan bekerja dalam dua sif untuk mengantarkan air secara bergantian,” ujar Suparno, Minggu (13/9/2026).
Suparno mengungkapkan, fenomena air asin ini telah mengganggu pasokan air baku selama dua pekan terakhir. Akibatnya, intake di Anggana dan Sangasanga tidak dapat beroperasi penuh selama 24 jam, sehingga pola pengambilan air harus menyesuaikan hasil pemantauan kualitas air dari waktu ke waktu.
“Selama dua pekan pasokan air baku di wilayah itu sudah terganggu akibat masuknya air asin,” ungkapnya.
Untuk memastikan perubahan kualitas air, Perumda Tirta Mahakam terus melakukan pengecekan kadar garam secara berkala setiap satu jam sekali. Pemantauan ketat ini dilakukan karena karakteristik air di permukaan sungai dengan bagian dalam sering kali berbeda, sementara air baku untuk produksi diambil dari bagian dalam sungai.
Suparno menyebutkan bahwa kondisi intrusi air laut pada Jumat (11/9/2026) lalu diduga telah mencapai salah satu titik puncaknya. Meski demikian, Tirta Mahakam tetap memantau pergerakan kadar garam, terutama mengikuti kondisi pasang dan surut air sungai. Saat air sungai surut, kadar garam cenderung mengalami penurunan.
“Kami tetap harus memastikan tingkat penurunan itu aman sebelum kembali mengoperasikan intake secara normal,” tegasnya.
Melalui dropping air tangki gratis yang masif ini, manajemen Perumda Tirta Mahakam berharap dapat meringankan kesulitan warga di wilayah hilir akibat kelangkaan air bersih. Suparno memastikan pasokan darurat ini akan terus mengalir tanpa batas selama intrusi air laut masih berlangsung.
Editor: Erwin
Minggu, 13/09/2026
Kondisi air di Sungai Mahakam yang dilanda intrusi air laut. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
TERPOPULER