Minggu, 13/09/2026
Minggu, 13/09/2026
Ilustrasi kekeringan di lahan pertanian. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Minggu, 13/09/2026

Ilustrasi kekeringan di lahan pertanian. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Ancaman gagal panen akibat kemarau panjang sedang membayangi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Di tengah situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Kukar langsung mengambil langkah dengan menyiagakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 280 ton beras di gudang Bulog.
Stok ini dipastikan siap disalurkan demi menyelamatkan warga dari ancaman krisis hingga akhir tahun 2026.
Kekeringan dilaporkan telah terjadi di beberapa titik sektor pertanian, termasuk Tenggarong dan Loa Kulu. Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Persiapan Loa Duri Seberang, Kecamatan Loa Janan.
Sebanyak tujuh hektare lahan padi milik petani di wilayah tersebut dipastikan gagal panen total karena tanah yang mengering drastis. Padi yang seharusnya dipanen kini rusak dan tidak layak konsumsi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menegaskan, pihaknya telah bergerak untuk melakukan verifikasi data di lapangan. Pemerintah dinilai tidak akan membiarkan birokrasi memperlambat penyelamatan perut rakyat.
"Kalau verifikasinya selesai besok langsung salurkan kepada petani," kata Ananias, Minggu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, warga yang terverifikasi menjadi korban gagal panen akan mendapatkan pasokan beras gratis selama 60 hari. Setiap jiwa dijatah 300 gram beras per hari, atau total 18 kilogram beras per orang selama masa tanggap darurat.
"Jadi selama dua bulan kita akan salurkan bantuan itu ke warga yang terdampak, tentunya melalui verifikasi data," ungkapnya.
Ia menegaskan, tidak ada anak emas atau wilayah yang diprioritaskan dalam penyaluran bantuan ini. Seluruh jajaran desa dan penyuluh pertanian diperintahkan menyisir setiap sudut daerah agar tidak ada satu pun warga yang terlewat.
"Siapa pun yang membutuhkan kita bantu, walau hanya satu atau dua jiwa di wilayah yang terdampak, kami tetap akan turun bantuan" tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 13/09/2026
Ilustrasi kekeringan di lahan pertanian. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
TERPOPULER