Sabtu, 12/09/2026
Sabtu, 12/09/2026
Jalan Oloy longsor (ist)
Sabtu, 12/09/2026

Jalan Oloy longsor (ist)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Ancaman kerusakan di Jalan Oloy Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) belum sepenuhnya berakhir setelah longsor parah terjadi pada akhir Agustus 2026.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar memperkirakan terdapat sekitar 900 meter ruas yang membutuhkan perhatian serius. Bahkan keruntuhan masih berpotensi meluas jika kondisi bantaran sungai terus mengalami gerusan.
Kepala Dinas PU Kukar Wiyono mengatakan, potensi longsor di sepanjang jalur Kayu Batu hingga Muara Muntai memang cukup besar.
“Potensi untuk longsor di Jalan Oloy sepanjang Kayu Batu sampai ke Muara Muntai memang cukup besar,” kata Wiyono dikonfirmasi Korankaltim.com, Sabtu (12/9/2026).
Persoalan utama berada pada posisi jalan yang berdekatan dengan sungai. Gerusan air berpotensi terus mengikis struktur tanah dan mengancam badan jalan.
Kondisi tersebut diperparah dengan hilangnya vegetasi di sejumlah bagian bantaran sungai.
“Dulu di pinggiran bantaran sungainya itu masih ada lahannya dan ada tanaman pohon. Sekarang ini hilang semua. Kemungkinan gerusan itu akan semakin cepat karena tidak ada pohon,” jelas Wiyono.
Karena tingkat kerawanan berbeda-beda, Dinas PU Kukar saat ini tidak melakukan penanganan secara menyeluruh sekaligus. Pemerintah memilih memprioritaskan titik yang paling rawan dan masuk kategori darurat.
“Untuk sementara ini mitigasi dilakukan di daerah-daerah yang sangat rawan. Untuk daerah lain relatif masih belum,” ujarnya.
Kebijakan tersebut juga tidak lepas dari keterbatasan anggaran daerah. Penanganan konstruksi pada ruas yang berada dekat sungai membutuhkan biaya besar, terlebih jika pemerintah memilih mempertahankan trase jalan yang ada.
“Kalau mau mempertahankan jalan yang ada, konsekuensinya harus membuat konstruksi. Biayanya tidak kecil, apalagi sepanjang itu,” ungkap Wiyono.
Karena itu pemerintah tidak menutup kemungkinan mengubah trase Jalan Oloy dengan menggeser jalur ke arah daratan.
Jalur baru nantinya direncanakan tidak sepenuhnya mengikuti alur sungai, sebelum kembali terhubung ke kawasan pinggir sungai di Muara Muntai.
“Sepertinya akan membuatnya agak ke darat, baru nanti masuk ke wilayah pinggir sungai Muara Muntai. Dari sisi konstruksinya lebih kuat dan lebih tahan lama, tidak rentan tergerus sungai,” papar Wiyono.
Sementara menunggu solusi jangka panjang, langkah mitigasi tetap dilakukan pada titik yang dianggap paling berbahaya.
Pemerintah juga telah membahas opsi feri sebagai skenario darurat apabila jalan kembali terputus. Kendaraan dan masyarakat dapat dipindahkan melewati titik yang tidak dapat dilalui untuk kemudian disambungkan dengan ruas jalan yang masih berfungsi.
Sebelumnya, longsor di Jalan Oloy membuat badan jalan mengalami penurunan dan keruntuhan sekitar 5–10 meter. Akses utama sempat terputus sebelum pemerintah membuka jalur alternatif di sisi lokasi longsor.
Jalan Oloy merupakan jalur penting yang menghubungkan kawasan Muara Muntai dan Muara Wis menuju Ibu Kota Kabupaten. Karena itu, meski penanganan dilakukan bertahap, pemerintah memastikan titik-titik paling darurat menjadi prioritas agar akses masyarakat tetap terjaga.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 12/09/2026
Jalan Oloy longsor (ist)
TERPOPULER