Kamis, 10/09/2026

Tepian Indah Kota Bangun Ulu Amblas Terseret Abrasi, Ikon Wisata Terancam Lenyap

Kamis, 10/09/2026

Pembongkaran tepian indah Kota Bangun Ulu akibat abrasi. (Dok. Pemdes Kota Bangun Ulu)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tepian Indah Kota Bangun Ulu Amblas Terseret Abrasi, Ikon Wisata Terancam Lenyap

Kamis, 10/09/2026

logo

Pembongkaran tepian indah Kota Bangun Ulu akibat abrasi. (Dok. Pemdes Kota Bangun Ulu)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Abrasi dan pergerakan tanah akibat kemarau panjang membuat Tepian Indah Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara terancam lenyap karena amblas.

Kondisi ini disebut sebagai yang paling terparah. Tanah di kawasan RT 12 hingga RT 16 dilaporkan terus bergerak dan bergeser hampir setiap hari, mengancam keselamatan warga dan pengunjung.

Kepala Desa Kota Bangun Ulu Khairul Umam mengungkapkan, bencana abrasi sebenarnya adalah siklus tahunan namun kombinasi antara kemarau ekstrem dan hujan mendadak membuat struktur tanah berubah menjadi sangat tidak stabil. "Saat hujan turun di kemarau ini, pergerakan tanah itu pasti terjadi. Ada sekitar 12 meter bagian tepian ini tanahnya sudah bergerak dan tertarik akibat abrasi," ujar Khairul, Kamis (10/9/2026).

Sejak Agustus 2026 lalu, tanah di kawasan ini dilaporkan terus amblas dan bergeser antara 10 hingga 20 sentimeter hampir setiap hari. Struktur tanah yang mengeras akibat kemarau panjang langsung melunak secara saat diguyur hujan, memicu efek longsoran bawah air karena debit sungai yang masih sangat rendah.

Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa serta kerugian material yang lebih besar, pemerintah desa bersama warga langsung bergerak cepat melakukan pembongkaran jembatan dan papan ulin sepanjang 12 meter di lokasi terdampak agar tidak ikut tercebur ke sungai.

"Sekalian saja kami bongkar papan ulinnya karena sangat mengkhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kalau ada warga yang sedang bersantai di lokasi itu," kata Khairul lagi.

Saat ini, kawasan Tepian Indah telah dipasangi tanda peringatan dan beberapa titik dipagari karena statusnya yang sangat rawan longsor. Warga dan wisatawan dilarang keras mendekati zona berbahaya tersebut.

Ditengah ancaman bencana yang kian meluas, Pemerintah Desa Kota Bangun Ulu mengaku tidak memiliki anggaran khusus untuk melakukan perbaikan permanen. Alhasil, penanganan saat ini hanya mengandalkan swadaya masyarakat.
"Untuk melakukan perbaikan ini kami tangani semampunya anggaran kami saja ditambah dengan swadaya dan gotong royong bersama warga untuk memperbaiki akses jalan dan jembatan yang mulai curam," ucapnya. 

Selain itu, pihak Pemdes Kota Bangun Ulu telah berulang kali mengajukan usulan perbaikan maupun pembangunan jembatan layang. Namun, Pemkab Kukar masih mengkaji lokasi tersebut terkait struktur tanah itu apakah layak atau tidak dibangun jembatan. "Solusi jangka panjangnya itu jembatan layang atau jembatan gantung agar konstruksinya aman dari pergeseran tanah," ungkapnya.

Masyarakat Kota Bangun Ulu kini hanya bisa cemas menanti kajian mendalam dari pemerintah. Jika tidak ada penanganan darurat yang taktis dari Pemkab Kukar, ikon wisata dan pusat ekonomi warga di Tepian Indah ini diprediksi tinggal menunggu waktu untuk tenggelam dan lenyap disapu abrasi.

Editor: Aspian Nur

Tepian Indah Kota Bangun Ulu Amblas Terseret Abrasi, Ikon Wisata Terancam Lenyap

Kamis, 10/09/2026

Pembongkaran tepian indah Kota Bangun Ulu akibat abrasi. (Dok. Pemdes Kota Bangun Ulu)

Share

Berita Terkait