Jumat, 11/09/2026
Jumat, 11/09/2026
Penemuan jasad bayi di Jalur Poros SP1 Sebulu Modern. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)
Jumat, 11/09/2026

Penemuan jasad bayi di Jalur Poros SP1 Sebulu Modern. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Jasad seorang bayi yang baru berusia enam hari ditemukan membusuk diduga dibuang di kawasan KM 07, jalan poros yang menghubungkan wilayah SP dan Sebulu Modern, Kutai Kartanegara Kamis (10/9/2026) kemarin. Minimnya saksi mata dan ketiadaan kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian.
PS Kanit Reskrim Polsek Sebulu Aipda Slamet Novianto mengungkapkan, jasad bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Ariyati. Saat itu Ariyati sedang dalam perjalanan dari arah SP menuju Sebulu bawah. Karena cuaca terik panas dan membawa anak kecil wanita itu memutuskan untuk menepi dan beristirahat sejenak di sekitar lokasi penemuan.
"Saat berhenti, warga itu mencium aroma busuk yang menyengat. Karena curiga ia mencari sumber bau itu dan menemukan jaket kain berwarna cokelat. Di atas jaket itulah ditemukan jasad bayi yang sudah dikerubuti belatung," kata Slamet kepada Korankaltim.com Jumat (11/9/2026).
Ariyati kemudian langsung menghubungi Mapolsek Sebulu. Petugas yang menerima laporan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi jasad bayi tersebut ke rumah sakit guna keperluan visum. "Untuk lokasi penemuannya berada di area sepi, sekitar lima kilometer dari permukiman warga, bayi ini ditemukan di pinggir jalan poros," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, bayi diperkirakan lahir pada Minggu (6/9/2026). Guna mengungkap identitas terduga pelaku pembuang bayi, Polsek Sebulu telah mengerahkan personel untuk mengecek data persalinan di sejumlah fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas SP, Puskesmas Sebulu Bawah hingga rumah sakit daerah. Namun hingga tadi malam, petugas belum menemukan data ibu melahirkan yang mengarah pada pelaku.
Selain fasilitas Kesehatan polisi juga berencana memperluas pencarian dengan memeriksa data absensi di tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di wilayah sekitar demi mengungkap orang tua dari bayi malang tersebut.
"Kami akan meminta data ke sekolah-sekolah SMA dan SMK untuk mengecek apakah ada siswi yang izin atau tidak masuk sekolah tanpa alasan jelas dalam satu minggu terakhir ini. Penyelidikan masih terus kami lakukan secara intensif," tegas Slamet
Sementara jasad bayi tersebut kini telah ditangani oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 11/09/2026
Penemuan jasad bayi di Jalur Poros SP1 Sebulu Modern. (Dok. Tangkapan Layar/Facebook)
TERPOPULER