Jumat, 11/09/2026

Jalan Oloy di Desa Batu Kayu Terancam Abrasi, PU Kukar Siapkan Akses Darat Baru Menjauh dari Sungai

Jumat, 11/09/2026

Jalan Oloy longsor (ist)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jalan Oloy di Desa Batu Kayu Terancam Abrasi, PU Kukar Siapkan Akses Darat Baru Menjauh dari Sungai

Jumat, 11/09/2026

logo

Jalan Oloy longsor (ist)

Penulis : Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah jangka panjang menghadapi ancaman longsor dan abrasi di sepanjang Jalan Oloy yang berada di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai. Ruas jalan yang berada dekat bantaran sungai tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. 

Bahkan, mempertahankan jalur lama dengan mengikuti alur sungai dinilai bukan solusi ideal untuk jangka panjang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengatakan musim kemarau saat ini dimanfaatkan untuk melakukan mitigasi pada sejumlah titik yang dinilai rawan. 

“Untuk sementara ini kita fokus di kawasan Jalan Oloy, sepanjang jalur ke Muara Muntai. Memang ada beberapa titik di daerah itu yang potensinya cukup besar,” kata Wiyono kepada Korankaltim.com Jumat (11/9/2026) pagi ini. Ancaman abrasi semakin besar akibat kondisi bantaran sungai yang telah mengalami perubahan. 

Vegetasi dan pepohonan yang sebelumnya berada di sekitar bantaran sungai kini sudah banyak hilang. 

“Dulu di pinggiran bantaran sungainya itu masih ada lahannya dan ada tanaman pohon. Sekarang ini hilang semua. Kemungkinan gerusan itu akan semakin cepat karena tidak ada pohon. Jadi abrasi lagi sangat dimungkinkan terjadi,” jelasnya. Kondisi tersebut membuat badan jalan yang berada terlalu dekat dengan sungai berpotensi kembali mengalami keruntuhan. Wiyono menyebut titik yang membutuhkan perhatian diperkirakan mencapai sekitar 900 meter. Bahkan, masih terdapat kemungkinan bagian jalan lainnya ikut terdampak. 

Karena itu, untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Kukar mulai mempertimbangkan perubahan trase jalan. “Sepertinya akan membuatnya agak ke darat, baru nanti masuk ke wilayah pinggir sungai Muara Muntai. Dari sisi konstruksinya lebih kuat dan lebih tahan lama, tidak rentan tergerus sungai,” papar Wiyono. 

Pembangunan trase baru yang bergeser ke arah daratan akan lebih aman dibandingkan mempertahankan jalan di sepanjang bantaran sungai karena kalau jalan tetap mengikuti alur sungai, pembangunan konstruksi permanen membutuhkan biaya besar dan tetap menghadapi ancaman gerusan. 

“Potensi untuk longsor di Jalan Oloy sepanjang Kayu Batu sampai ke Muara Muntai memang cukup besar. Artinya, tidak bisa kita pertahankan lagi kalau mengikuti alur sungai,” tegasnya. 

Untuk sementara, Dinas PU Kukar masih memprioritaskan titik-titik yang paling rawan dan masuk kategori darurat. Sementara titik lainnya tetap dipantau sesuai tingkat kerawanan dan kemampuan anggaran daerah. Jalan Oloy diketahui sempat terputus akibat longsor parah pada akhir Agustus 2026. Penanganan darurat dilakukan dengan membuka jalur alternatif di sisi lokasi longsor sehingga kendaraan kembali dapat melintas. 

Jalur tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat Muara Muntai dan Muara Wis menuju Tenggarong, sehingga keberlanjutan akses menjadi perhatian utama pemerintah daerah. 

Editor: Aspian Nur 

Jalan Oloy di Desa Batu Kayu Terancam Abrasi, PU Kukar Siapkan Akses Darat Baru Menjauh dari Sungai

Jumat, 11/09/2026

Jalan Oloy longsor (ist)

Share

Berita Terkait