Minggu, 13/09/2026

Lima Warga Tertangkap Tangan Saat Karhutla di Muara Kaman, Polisi Dalami Dugaan Pembakaran

Minggu, 13/09/2026

Proses pendinginan lahan gambut usai terbakar di Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Dok.Pemcam Muara Kaman)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Lima Warga Tertangkap Tangan Saat Karhutla di Muara Kaman, Polisi Dalami Dugaan Pembakaran

Minggu, 13/09/2026

logo

Proses pendinginan lahan gambut usai terbakar di Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Dok.Pemcam Muara Kaman)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKAKTIM.COM, TENGGARONG - Lima warga diamankan tim patroli gabungan setelah tertangkap tangan melakukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan munculnya titik api di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Selain lima warga tersebut, satu orang lainnya diserahkan perusahaan swasta kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini mendalami dugaan unsur kesengajaan maupun kelalaian dalam kejadian tersebut.

Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengatakan lima warga itu diamankan setelah tertangkap tangan dalam patroli di wilayah yang tengah dilanda karhutla.

“Yang tertangkap tangan ada lima, kemudian satu orang lainnya juga ada diserahkan pihak perusahaan ke Polsek Muara Kaman,” kata Nadi Baswan, Minggu (13/9/2026).

Nadi menilai, dari peristiwa ini membuktikan terjadian kebakaran tidak semata-mata disebabkan oleh musim kemarau, kelalaian dan aktivitas manusia, seperti melakukan pembakaran, membuang puntung rokok juga bisa menjadi pemicu fatal di tengah kondisi lahan gambut yang sedang kering.

Saat ini, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Muara Kaman, terutama Desa Bukit Jering dan Desa Liang Buaya. Rambatan api menuju permukiman berhasil dikendalikan oleh relawan desa bersama pihak perusahaan.

Namun, kondisi di Desa Bukit Jering masih mengkhawatirkan. Api kembali membesar di kawasan dengan kedalaman gambut mencapai empat meter.

“Titik api masih ada, kami masih siaga dengan personel tim gabungan untuk menjangkau titik-titik api,” ungkapnya.

Ia menyebut, medan gambut yang sulit untuk ditembus membuat tim darat kewalahan. Pihak kecamatan kini mengandalkan pembuatan bedengan air untuk menghalau api dan telah mengusulkan bantuan helikopter water bombing ke pemerintah kabupaten, meski saat ini operasionalnya masih terkendala jarak tempuh armada.

“Helikopter water bombing juga akan bantu kami untuk memadamkan titik api yang sulit di jangkau,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan dukungannya terhadap aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk mengusut tuntas seluruh kasus karhutla di Kukar tanpa pandang bulu.

“Api ini kan tidak muncul serta-merta, pasti ada trigger-nya. Nah, trigger-nya ini ketika dilakukan dalam proses kesengajaan, maka langkah-langkah hukum sebagaimana mestinya itu akan kita dorong. Tidak ada ampun,” tegas Aulia Rahman.

Pemkab Kukar memastikan kelima warga beserta satu orang perwakilan yang diserahkan perusahaan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian guna memastikan unsur kesengajaan atau kelalaian dalam kejadian tersebut.

Editor: Erwin

Lima Warga Tertangkap Tangan Saat Karhutla di Muara Kaman, Polisi Dalami Dugaan Pembakaran

Minggu, 13/09/2026

Proses pendinginan lahan gambut usai terbakar di Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Dok.Pemcam Muara Kaman)

Share

Berita Terkait