Kamis, 10/09/2026

Jelang Erau Adat Kutai 2026, Pengamanan Diperketat di Empat Titik Rawan

Kamis, 10/09/2026

Satu dari beberapa momen dalam kegiatan Erau yang berlangsung di Tenggarong tahun lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jelang Erau Adat Kutai 2026, Pengamanan Diperketat di Empat Titik Rawan

Kamis, 10/09/2026

logo

Satu dari beberapa momen dalam kegiatan Erau yang berlangsung di Tenggarong tahun lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama jajaran Polres Kukar, Kodim 0906/Kkr, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mulai mematangkan skema pengamanan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026.

Rapat pengamanan digelar di Gedung Eks Darma Wanita, Tenggarong, Kamis (10/9/2026). Rapat tersebut membahas kesiapan pengamanan rangkaian kegiatan Erau yang berlangsung mulai 20 hingga 27 September 2026.

Sejumlah potensi kerawanan menjadi perhatian, mulai dari pengamanan tamu VVIP, kepadatan lalu lintas dan parkir, kebakaran, angin kencang, hingga kondisi Sungai Mahakam yang saat ini sedang surut.

Dalam rapat ini, terungkap terdapat empat lokasi utama yang menjadi fokus pengamanan, yakni Museum Mulawarman untuk prosesi sakral mendirikan Tiang Ayu pada 20 September, Stadion Rondong Demang sebagai lokasi seremoni, kawasan depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai lokasi pentas seni budaya, serta kawasan Kutai Lama, Kecamatan Anggana, yang menjadi lokasi prosesi terakhir mengulur Naga.

Kasubag Bin Ops Bag Ops Polres Kukar, AKP Risto Budi, mengatakan pengamanan akan dilakukan secara maksimal mengingat Erau telah menjadi salah satu event nasional yang berpotensi menghadirkan pejabat negara maupun pejabat daerah.

Menurutnya, pengamanan khusus diperlukan terutama ketika kegiatan melibatkan tamu VIP dan prosesi yang bersifat sakral.

“Untuk jadwal kegiatan tamu VIP sangat perlu dilakukan pengamanan ekstra dan harus dikoordinasikan dengan semua pihak,” ucap Kabag Ops Polres Kukar.

Polres Kukar juga memastikan kesiapan personel untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Pengamanan akan menjadi perhatian khusus pada prosesi sakral yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas menjadi salah satu perhatian penting. Jajaran Satlantas Kukar mengantisipasi pergerakan tamu VVIP dari Museum Mulawarman menuju Stadion Rondong Demang saat pembukaan.

Salah satu skema yang dibahas yakni kendaraan kecil yang membawa tamu VVIP tetap standby di Museum Mulawarman, sementara rombongan utama menggunakan bus yang telah disiapkan panitia menuju lokasi seremoni.

Satlantas juga meminta jalur yang akan dilalui kendaraan VVIP disterilkan, termasuk dari aktivitas pedagang UMKM yang berpotensi menghambat arus kendaraan.

Dinas Perhubungan Kukar menyatakan telah menyiapkan rekayasa parkir untuk mendukung pelaksanaan Erau, termasuk menyiapkan lokasi parkir bagi kendaraan tamu VVIP.

Sementara itu, Satpol PP Kukar akan melakukan sterilisasi kawasan pintu masuk tamu VVIP serta menata keberadaan pedagang kaki lima di sekitar Stadion Rondong Demang.

Tak hanya soal keamanan, kondisi alam juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan menyampaikan berdasarkan pemantauan kondisi cuaca di Tenggarong masih memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan Erau. Namun, seluruh pihak diminta tetap membaca perkembangan kondisi alam, terutama menghadapi musim kemarau yang cukup ekstrem.

Potensi kebakaran dan angin puting beliung juga masuk dalam mitigasi kerawanan yang harus diantisipasi selama pelaksanaan kegiatan.

BPBD Kukar turut mengingatkan kondisi Sungai Mahakam yang sedang surut. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena salah satu rangkaian kegiatan Erau berkaitan dengan prosesi berlimbur.

Kesiapan juga dilakukan dari sisi kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar menjadwalkan kerja bakti lintas sektor pada 18 September 2026 dengan sasaran sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan Erau.

DLHK juga menyiapkan personel di lokasi selama pelaksanaan acara untuk mengantisipasi penumpukan sampah akibat meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Dinas Kesehatan Kukar menyatakan siap memberikan dukungan kesehatan sejak pembukaan hingga penutupan Erau. Meski terdapat keterbatasan logistik obat, pelayanan tetap akan dimaksimalkan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Rangkaian Erau sendiri tidak hanya dimulai pada 20 September. Sejumlah kegiatan pendukung telah dijadwalkan sejak 13 September hingga menjelang pembukaan, di antaranya ziarah makam para Sultan Kutai Lama, ritual adat, hingga berbagai lomba kesenian tradisional.

Sementara itu, latihan Tari Kolosal masih berlangsung. Museum Mulawarman juga dipastikan menjadi salah satu lokasi penting karena menjadi tempat berlangsungnya prosesi sakral.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur pengamanan diminta melakukan pemantauan situasi setidaknya 10 hari sebelum puncak kegiatan, termasuk mengantisipasi persoalan parkir yang selama ini menjadi salah satu kendala ketika terjadi lonjakan pengunjung.

“Hasil rapat selanjutnya akan dilaporkan dalam rapat besar bersama Bupati Kukar, Sultan Ing Martadipura dan jajaran Forkopimda Kukar. Seluruh unsur terkait diarahkan untuk memperkuat koordinasi agar pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 berjalan aman, lancar dan khidmat, khususnya pada prosesi-prosesi adat yang memiliki nilai sakral,” tegas Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah.

Editor: Erwin

Jelang Erau Adat Kutai 2026, Pengamanan Diperketat di Empat Titik Rawan

Kamis, 10/09/2026

Satu dari beberapa momen dalam kegiatan Erau yang berlangsung di Tenggarong tahun lalu. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait