Jumat, 04/09/2026
Jumat, 04/09/2026
Kondisi sawah kekeringan. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
Jumat, 04/09/2026

Kondisi sawah kekeringan. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman gagal panen yang dialami petani, terutama di wilayah yang kesulitan mendapatkan sumber air untuk pengairan sawah dimusim kemarau saat ini.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah titik yang dinilai krusial karena memiliki keterbatasan sumber air untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Persoalan ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius agar dampaknya terhadap hasil pertanian tidak semakin meluas.
“Kami sudah memetakan beberapa titik yang memang krusial dan kesulitan untuk mendapatkan sumber air untuk pengairan sawah,” kata Aulia kepada Korankaltim.com Jumat (4/9/2026) hari ini.
Pemkab Kukar juga sudah menyiapkan skema bantuan melalui Dinas Ketahanan Pangan bagi petani yang mengalami gagal panen. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan kehidupan petani ketika produksi pertanian terganggu namun bukan diberikan dalam bentuk kompensasi atas kerugian akibat gagal panen. Pemerintah daerah akan memanfaatkan persediaan cadangan pangan yang dimiliki untuk kemudian didistribusikan kepada petani terdampak.
“Kami memang mempersiapkan melalui Dinas Ketahanan Pangan karena ada program untuk membantu ketika gagal panen seperti yang sudah dilakukan beberapa kali kepada para petani,” paparnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi jaring pengaman bagi petani sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman gangguan produksi pertanian. “Harapan kami petani bisa tetap hidup layak meskipun terjadi kegagalan panen,” tegas Aulia.
Pemkab Kukar kini juga dituntut tidak hanya bergerak ketika gagal panen terjadi, tetapi memperkuat langkah pencegahan, khususnya di wilayah yang telah terpetakan mengalami keterbatasan sumber air terutama ketika terjadi kondisi kemarau seperti sekarang.
“Penguatan sistem pengairan dan dukungan terhadap petani menjadi penting agar persoalan gagal panen tidak berulang terutama pada saat kondisi kemarau seperti saat ini, semoga Allah segera menurunkan hujan di bumi Kutai Kartanegara,” pungkas Aulia.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 04/09/2026
Kondisi sawah kekeringan. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
TERPOPULER