Rabu, 25/10/2023

Dukung Penuh Pencegahan Stunting, Dinsos Kutai Kartanegara Berikan P2K2 di Muara Kaman

Rabu, 25/10/2023

Kegiatan P2K2 di Kecamatan Muara Kaman oleh Dinsos Kukar belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dukung Penuh Pencegahan Stunting, Dinsos Kutai Kartanegara Berikan P2K2 di Muara Kaman

Rabu, 25/10/2023

logo

Kegiatan P2K2 di Kecamatan Muara Kaman oleh Dinsos Kukar belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Penulis: */Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara ikut berperan dalam pencegahan dan penurunan kasus stunting. Salah satunya melalui kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) yang dilakukan Dinsos Kukar bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinsos Kukar H Hamly didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Suharningsih mengatakan kegiatan P2K2 ini dilakukan ke kecamatan-kecamatan agar bisa langsung menyentuh target sasaran program keluarga harapan dalam upaya pencegahan stunting.

“Setelah pertama kali kita lakukan di kecamatan Tenggarong ibu Kota Kabupaten, maka pada beberapa waktu lalu kita lakukan P2K2 di Kecamatan Muara Kaman, diikuti oleh 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ucap Hamly.

Nining, sapaan akrab Kabid Linjamsos ini mengungkapkan pada kegiatan ini salah satu yang dilakukan ialah melaksanakan capacity building pada tenaga pendamping PKH. Pendamping dan koordinator kabupaten PKH melakukan evaluasi terkait pelaksanaan P2K2.

“Kami berikan modul terkait bagaimana pola hidup yang tepat untuk para KPM yang telah mendapat bantuan untuk peningkatan gizi keluarganya bukan dibelikan untuk keperluan lainnya,” sebut Hamly.

Kegiatan dilakukan melalui pemberian informasi, sosialisasi, memfasilitasi dan menggerakkan keluarga serta masyarakat agar mendukung pemenuhan kebutuhan, peningkatan kesadaran dan membangun komitmen untuk perubahan perilaku melalui P2K2 bagi KPM.

“Kami memberikan pemahaman perubahan perilaku, pemahaman dalam rangka sosialisasi pencegahan stunting, tapi kami Dinsos tidak ada program penanganan stunting karena program itu adanya di Dinkes dan DP2KB. Kami memberikan penjelasan yang sudah menerima bantuan pendamping PKH diajarin perubahan perilaku memberikan asupan gizi yang baik,” jelasnya.

KPM tidak diperbolehkan masih berprilaku mengkonsumsi asupan yang instan, karena keluarganya sudah dibantu dengan Pemda hingga pemerintah pusat dengan diberikan jaminan perlindungan untuk keluarga miskin tidak mampu. Jadi para KPM harus mempergunakan uang yang dibantu pemerintah ini untuk kebutuhan menambah gizi contohnya membeli telur ikan.

“Jangan pakai mie instan dan telur itu kalau bisa sehari satu, atau dalam seminggu itu ada tiga kali. Kemudian harus ada sayur-sayuran dan bagi yang ada penghasilan langsung misalnya memancing ikan jangan ikan yang segar dijual ikan yang tidak segar dimakan, terbalik itu,” ucap Hamly.

Jadi harus berubah pola perilaku kemudian semisal mendapatkan bantuan beras baru jangan dijual, dan beras lama yang dikonsumsi. Jadi dibalik yaitu keluarga kita dulu yang prioritas, karena untuk menjadi anak itu cerdas pintar dan daya tumbuhnya baik itu dilihat bukan dari sekarang tapi nanti.

“Jadi pertumbuhan badan itu tetap meningkat terlihat nanti jadi sekarang itu ubahlah perilaku dengan hidup sehat dengan cara tadi perkumpulan KPM tadi penerima manfaat tadi diberikan modul program yang tepat untuk perbaikan gizi,” sebut Hamly. (*/kk)


Editor: Aspian Nur

Dukung Penuh Pencegahan Stunting, Dinsos Kutai Kartanegara Berikan P2K2 di Muara Kaman

Rabu, 25/10/2023

Kegiatan P2K2 di Kecamatan Muara Kaman oleh Dinsos Kukar belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait