Senin, 08/06/2026
Senin, 08/06/2026
Kondisi Ruas Jalan di Pulau Maratua. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Senin, 08/06/2026

Kondisi Ruas Jalan di Pulau Maratua. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau menemukan sejumlah ruas jalan di Pulau Maratua yang memerlukan penanganan segera setelah dilakukan inspeksi lapangan.
Kerusakan paling signifikan ditemukan pada akses menuju Kampung Payung-Payung dan Jembatan Teluk Pea yang selama ini menjadi jalur penunjang aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Berau untuk memeriksa kondisi jalan penghubung Kampung Bohe Silian, Kampung Payung-Payung, Kampung Teluk Harapan, hingga Kampung Teluk Alulu sepanjang 32 kilometer (km).
Selain itu, tim juga mengecek ruas jalan di samping bandara menuju Kampung Payung-Payung sepanjang 700 meter serta ruas Kampung Payung-Payung menuju Teluk Pea sepanjang 700 meter.
Dari hasil pemeriksaan, kondisi jalan poros penghubung antarkampung sepanjang 32 km dinilai masih cukup baik dengan tingkat kemantapan mencapai 95 persen.
Permukaan aspal di sebagian besar ruas masih layak digunakan, meski terdapat sejumlah titik yang memerlukan pemeliharaan.
“Secara umum kondisi jalan poros masih baik. Namun ada beberapa lokasi yang perlu pembersihan bahu jalan dan terdapat enam titik lubang yang harus segera diperbaiki,” katanya.
Berbeda dengan jalan poros utama, dua ruas jalan yang menghubungkan kawasan permukiman dan destinasi wisata di Payung-Payung justru mengalami kerusakan cukup berat.
Pada ruas jalan samping bandara menuju Kampung Payung-Payung, lapisan aspal dilaporkan telah rusak dan terkelupas, sehingga menimbulkan banyak lubang di badan jalan.
Kondisi serupa juga ditemukan pada ruas Kampung Payung-Payung menuju Jembatan Teluk Pea. Kerusakan permukaan aspal dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.
Kedua ruas tersebut merupakan hasil pekerjaan peningkatan jalan aspal yang dibangun pada 2013. Dengan usia layanan yang telah memasuki lebih dari satu dekade, jalan tersebut dinilai sudah seharusnya mendapatkan rehabilitasi menyeluruh.
“Jalan ini dibangun tahun 2013 dan sudah waktunya direhabilitasi. Karena itu kami mengusulkan penanganannya pada anggaran perubahan 2026 dan anggaran murni 2027,” ujarnya.
DPUPR Berau memperkirakan kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dua ruas jalan sepanjang total 1,4 km tersebut mencapai Rp7,5 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk pelapisan ulang menggunakan aspal hotmix, pembenahan bahu jalan, serta perbaikan enam titik kerusakan pada jalan poros penghubung kampung dari Bohe Silian hingga Teluk Alulu.
Usulan rehabilitasi tersebut dinilai penting mengingat Pulau Maratua merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Berau yang terus mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.
Infrastruktur jalan yang memadai dianggap menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat akses menuju kawasan wisata di wilayah pesisir dan pulau terluar tersebut.
“Dengan usulan rehabilitasi yang telah disiapkan, kami berharap konektivitas antarkampung di Maratua tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dalam beberapa tahun ke depan,” tandasnya.
Editor: Erwin
Senin, 08/06/2026
Kondisi Ruas Jalan di Pulau Maratua. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER