Kepala DLH PPU Kuncoro menjelaskan, mereka saat ini sedang berkoordinasi dengan stake holder dari sektor kehutanan untuk menentukan titik lokasi baru yang dinilai tepat untuk dilakukan peninjauan dan penanaman.
"Kami sudah menghubungi teman-teman kehutanan. Kami akan mencari lokasi yang memang akan dilakukan peninjauan itu," kata Kuncoro Senin (8/6/2026).
Selain fokus pada penentuan area penanaman baru, DLH PPU dalam waktu dekat juga akan mengajukan permohonan bantuan bibit pohon kepada Kementerian Kehutanan.
Jenis bibit yang diajukan kali ini diprioritaskan pada tanaman produktif atau pohon buah-buahan. Pemilihan jenis ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
"Dalam early ini kami juga sudah mengajukan permohonan untuk tanaman-tanaman di Kementerian Kehutanan untuk kami tanam, kalau bisa sih buah-buahan yang bisa bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.
Program pembagian bibit gratis kepada masyarakat ini bukan pertama kalinya dilakukan, mengingat pada tahun lalu agenda serupa juga pernah berjalan. Karena keterbatasan anggaran daerah untuk melakukan pembelian bibit secara mandiri, DLH PPU memaksimalkan kerja sama dan bantuan dari pemerintah pusat.
"Kami juga akan kasih (ke masyarakat) karena masih kami upayakan minta, karena kami tidak bisa beli, anggaran tidak ada, jadi kami minta ke kementerian," tambah Kuncoro.
Diharapkan usulan bantuan bibit yang diajukan ke kementerian dapat terealisasi dalam bentuk tanaman buah seperti mangga atau durian. Dengan demikian, setelah pohon-pohon tersebut ditanam dan dirawat kembali, masyarakat dapat memetik hasil konkretnya di masa mendatang.
Editor: Aspian Nur