Senin, 08/06/2026

Abrasi Garis Pantai Payung-Payung di Maratua Ancan Warga, Bupati Berau Desak Peremajaan Bronjong Berusia 19 Tahun

Senin, 08/06/2026

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Meninjau Lokasi Bronjong yang sudah berusia 19 tahun. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Abrasi Garis Pantai Payung-Payung di Maratua Ancan Warga, Bupati Berau Desak Peremajaan Bronjong Berusia 19 Tahun

Senin, 08/06/2026

logo

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Meninjau Lokasi Bronjong yang sudah berusia 19 tahun. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai Kampung Payung-Payung, Kecamatan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau karena berpotensi mengancam permukiman warga yang berada di bibir pantai.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meninjau lokasi abrasi Senin (8/6/2026) hari ini untuk melihat kondisi terkini sekaligus mengevaluasi efektivitas bangunan penahan abrasi yang telah berdiri hampir dua dekade.

Dalam peninjauan tersebut Sri Juniarsih menegaskan kerusakan pantai di Kampung Payung-Payung sudah berada pada tahap serius dan membutuhkan perhatian segera dari instansi yang berwenang. “Posisi abrasi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Sri kepada Korankaltim.com.

Laju abrasi yang terus terjadi berpotensi mengancam keselamatan warga yang tinggal di sepanjang pesisir Kampung Payung-Payung. Karena itu, pemerintah daerah merasa perlu memastikan kondisi lapangan secara langsung sebagai bahan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Selain meninjau area yang terdampak abrasi, rombongan juga mengecek kondisi bronjong yang dibangun pada 2006 sebagai upaya perlindungan pantai. Seiring bertambahnya usia bangunan, kemampuan konstruksi tersebut dalam menahan gelombang laut dinilai perlu dievaluasi kembali.

Penanganan abrasi di kawasan pesisir tersebut diungkapkannya bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Meski begitu Pemkab Berau akan segera mengambil langkah koordinatif agar persoalan itu dapat ditindaklanjuti.

“Kami akan segera menyampaikan surat kepada instansi yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti,” papar Sri.

Kalau dihitung sejak pertama kali dibangun pada 2006, usia bronjong tersebut kini telah mencapai sekitar 19 tahun. Dengan usia yang cukup tua, pembangunan ulang atau penggantian bronjong menjadi kebutuhan mendesak guna memperkuat perlindungan garis pantai.

Pemkab Berau berharap usulan tersebut dapat memperoleh respons cepat dari pemerintah yang memiliki kewenangan, mengingat abrasi tidak hanya mengancam lingkungan pesisir, tetapi juga keselamatan dan aktivitas masyarakat di Kampung Payung-Payung.

Peremajaan infrastruktur pengendali abrasi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kawasan pesisir Pulau Maratua dari dampak kerusakan yang lebih luas, sekaligus melindungi permukiman warga yang berada di wilayah rawan abrasi.

Editor: Aspian Nur

Abrasi Garis Pantai Payung-Payung di Maratua Ancan Warga, Bupati Berau Desak Peremajaan Bronjong Berusia 19 Tahun

Senin, 08/06/2026

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Meninjau Lokasi Bronjong yang sudah berusia 19 tahun. (Foto: Indri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait