Sabtu, 06/06/2026
Sabtu, 06/06/2026
Rumah-rumah warga di Kabupaten Mahakam Ulu terendam banjir yang kembali melanda wilayah tersebut pada Mei 2026. Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan puluhan kampung di lima kecamatan terdampak serta mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari ma
Sabtu, 06/06/2026

Rumah-rumah warga di Kabupaten Mahakam Ulu terendam banjir yang kembali melanda wilayah tersebut pada Mei 2026. Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan puluhan kampung di lima kecamatan terdampak serta mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari ma
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai mendorong pengembangan kawasan permukiman yang lebih aman dari ancaman banjir sebagai langkah mitigasi jangka panjang pascabencana besar yang melanda sebagian besar wilayah Mahulu pada Mei 2024 lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahulu Didik Subagya mengatakan, pengalaman banjir yang berdampak pada 46 dari 50 kampung menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan penataan wilayah ke depan. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kerentanan sejumlah kawasan permukiman terhadap bencana banjir.
Pemerintah daerah telah melakukan pemetaan wilayah melalui dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mengidentifikasi kawasan yang relatif aman dari risiko banjir.
Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan permukiman dan pembangunan infrastruktur pendukung.
“Kalau saat itu, dari 50 kampung yang ada, 46 terdampak banjir. Artinya memang perlu dipikirkan kawasan-kawasan yang lebih aman untuk pengembangan permukiman ke depan,” ujar Didik. Sabtu (6/6/2026).
Pemerintah tidak ingin menggunakan pendekatan relokasi secara langsung karena istilah tersebut kerap menimbulkan persepsi bahwa seluruh proses perpindahan warga harus dibiayai pemerintah. Di sisi lain, keterbatasan anggaran membuat skema relokasi penuh sulit untuk diterapkan.
Sebagai alternatif, pemerintah memilih mendorong pengembangan kawasan yang aman melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, jaringan listrik, dan fasilitas umum lainnya.
Dengan tersedianya sarana pendukung tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pilihan untuk mengembangkan permukiman di lokasi yang lebih aman dari ancaman banjir.
“Nah, strategi kami setelah mengetahui daerah-daerah yang bebas banjir, kami siapkan fasilitas umum disana. Harapannya masyarakat dengan sendirinya tertarik untuk berkembang di kawasan yang lebih aman,” kata Didik lagi.
Sejumlah kampung telah menyampaikan usulan pengembangan kawasan permukiman baru.
Pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui pemetaan lahan serta penyediaan infrastruktur dasar sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Selain itu, PUPR juga menjalankan program penanganan pascabencana bagi warga yang terdampak langsung, termasuk membantu pemindahan rumah di beberapa lokasi yang dinilai berisiko tinggi terhadap bencana.
Pendekatan tersebut menjadi solusi yang lebih realistis dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman banjir yang berulang.
Dengan penataan wilayah yang lebih baik dan pengembangan kawasan aman, pemerintah berharap risiko kerugian akibat bencana dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak bagi masyarakat Mahakam Ulu.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 06/06/2026
Rumah-rumah warga di Kabupaten Mahakam Ulu terendam banjir yang kembali melanda wilayah tersebut pada Mei 2026. Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan puluhan kampung di lima kecamatan terdampak serta mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari ma
TERPOPULER