Sabtu, 06/06/2026
Sabtu, 06/06/2026
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama rombongan meninjau Embung Maratua untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung distribusi air bersih bagi warga di Pulau Maratua. (Indri/Korankaltim)
Sabtu, 06/06/2026

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama rombongan meninjau Embung Maratua untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung distribusi air bersih bagi warga di Pulau Maratua. (Indri/Korankaltim)
Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, MARATUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menemukan solusi yang dinilai lebih efisien untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Pulau Maratua.
Melalui pemindahan instalasi pengolahan air bersih (IPA) lama ke lokasi yang lebih dekat dengan Embung Maratua, pemerintah berpotensi menghemat anggaran hingga Rp10 Miliar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat meninjau Embung Maratua dan fasilitas instalasi air bersih di pulau terluar Kabupaten Berau itu yang awalnya dilakukan untuk memenuhi undangan Pertamina.
Sri memanfaatkan kesempatan itu untuk mengevaluasi sejumlah pembangunan dan fasilitas pelayanan publik yang telah tersedia di Maratua, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat.
Dari hasil peninjauan, Pemkab Berau menilai instalasi pengolahan air bersih yang telah dimiliki masih layak digunakan sehingga tidak perlu melakukan pengadaan unit baru yang membutuhkan biaya besar.
“Kami menemukan solusi yang dapat menghemat anggaran sekitar Rp10 Miliar dengan memindahkan mesin pengolahan air bersih yang lama ke lokasi yang lebih dekat dengan embung,” ungkap Sri kepada Korankaltim.com disela peninjauan.
Lahan untuk penempatan instalasi tersebut telah tersedia sehingga distribusi air bersih ke permukiman warga nantinya dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran pada perubahan APBD tahun ini untuk menyiapkan lahan dan pembangunan fondasi pendukung. Proses persiapan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.
Setelah seluruh infrastruktur pendukung siap, pemindahan dan pengoperasian kembali instalasi air bersih lama direncanakan dilaksanakan pada 2027. “Alat yang ada masih layak digunakan. Jika membeli yang baru, biayanya bisa mencapai sekitar Rp10 Miliar,” sebutnya.
Penyediaan air bersih tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Meski kapasitas yang tersedia nantinya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk pengembangan sistem penyediaan air bersih di masa mendatang.
Opsi pengembangan sistem desalinasi air laut masih memerlukan kajian lebih lanjut mengingat nilai investasi yang cukup besar.
Selain meninjau fasilitas air bersih, Sri Juniarsih menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Maratua yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Kalimantan Timur.
Potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Berau sangat besar dan perlu didukung oleh ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai, termasuk akses air bersih bagi masyarakat dan pelaku usaha wisata.
Ditengah kondisi fiskal daerah yang lebih terbatas dibanding beberapa tahun sebelumnya, Pemkab Berau tetap berupaya menjalankan pembangunan secara efektif melalui berbagai langkah efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus kami selesaikan,” tutup Sri.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 06/06/2026
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama rombongan meninjau Embung Maratua untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung distribusi air bersih bagi warga di Pulau Maratua. (Indri/Korankaltim)
TERPOPULER