Kamis, 16/07/2026
Kamis, 16/07/2026
Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita berfoto bersama narasumber dan peserta usai Sosialisasi Peningkatan Citra Produk Ekspor Tahun 2026 di Tanjung Redeb, Kamis (16/7/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Kamis, 16/07/2026

Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita berfoto bersama narasumber dan peserta usai Sosialisasi Peningkatan Citra Produk Ekspor Tahun 2026 di Tanjung Redeb, Kamis (16/7/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus memperkuat daya saing pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Peningkatan Citra Produk Ekspor Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk membekali pelaku usaha dengan pemahaman mengenai standar ekspor, sekaligus memperluas wawasan tentang peluang perdagangan di pasar global. Tidak hanya berfokus pada kualitas produk, sosialisasi juga menekankan pentingnya kemasan, branding, legalitas usaha, hingga kemampuan membaca kebutuhan pasar internasional.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Berau, Eva Yunita, mengatakan Berau memiliki beragam komoditas unggulan yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke luar negeri. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan kesiapan pelaku usaha agar mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.
“Potensi Berau sangat besar dan harus terus didorong agar memiliki daya saing di pasar internasional,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan citra produk menjadi salah satu kunci utama dalam memenangkan persaingan di pasar global. Produk yang berkualitas perlu didukung dengan identitas merek yang kuat, kemasan yang menarik, serta legalitas usaha yang lengkap agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, Diskoperindag ingin membuka wawasan pelaku UKM dan IKM mengenai peluang ekspor yang selama ini masih belum banyak dimanfaatkan. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional.
Sosialisasi yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2026 dalam Program Pengembangan Ekspor itu diikuti 25 peserta yang berasal dari pelaku UKM dan IKM di berbagai wilayah Kabupaten Berau.
Selama satu hari penuh, peserta memperoleh materi mengenai strategi pengembangan komoditas ekspor, peluang pasar luar negeri, penguatan daya saing produk, hingga langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum memasuki pasar internasional.
Selain memberikan pemahaman teoritis, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pelaku usaha untuk mulai melakukan pembenahan terhadap produk yang dimiliki. Mulai dari peningkatan mutu produksi, penyempurnaan desain kemasan, hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter pasar tujuan.
Diskoperindag menilai keberhasilan ekspor tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Semakin banyak produk Berau yang diterima di pasar luar negeri, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Eva menegaskan, pembinaan terhadap UKM dan IKM tidak akan berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Pendampingan akan terus dilakukan agar pelaku usaha mampu memenuhi berbagai persyaratan ekspor dan semakin siap bersaing di pasar global.
“Kami akan terus memperkuat pembinaan agar semakin banyak UKM dan IKM Berau yang naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kamis, 16/07/2026
Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita berfoto bersama narasumber dan peserta usai Sosialisasi Peningkatan Citra Produk Ekspor Tahun 2026 di Tanjung Redeb, Kamis (16/7/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER