Kamis, 16/07/2026
Kamis, 16/07/2026
pihak Kepolisian saat melakukan olah TKP awal di lokasi kejadian (dok Satlantas Polresta Samarinda)
Kamis, 16/07/2026

pihak Kepolisian saat melakukan olah TKP awal di lokasi kejadian (dok Satlantas Polresta Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk ekspedisi di Jalan KH Wahid Hasyim I tepat di depan Mulawarman Mini Swalayan, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (16/7/2026) dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WITA mengungkap temuan tak terduga.
Dibalik muatan plafon plastik yang berserakan setelah kendaraan terguling, polisi menemukan 10 dus minuman keras (miras) yang diduga disembunyikan di bagian tengah bak truk.
Peristiwa itu bermula saat warga melaporkan adanya truk yang terbalik di lokasi kejadian. Personel Pamapta III Polresta Samarinda bersama Unit Laka Lantas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban dan melakukan penyelidikan awal.
Pamapta III Polresta Samarinda Ipda Sofian Adi Cahyono mengatakan, truk bernomor polisi KT 8317 OU tersebut melaju dari arah Simpang Empat Lembuswana menuju Simpang Empat Sempaja. Saat melintasi jalan menurun di depan Mulawarman Mini Swalayan, sebuah sepeda motor diduga keluar dari Gang Salam dan hendak menyeberang.
"Pengemudi berusaha menghindari sepeda motor yang tiba-tiba muncul. Setelah melakukan manuver, kendaraan kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik," ujar Sofian.
Akibat kejadian itu, pengemudi Riky Saleh, pemuda berusia 24 tahun dan penumpangnya, Benediktus Genana Mau berusia 27 tahun sempat terjebak di dalam kabin. Keduanya berhasil dievakuasi warga dan petugas dengan kondisi hanya mengalami luka ringan.
Saat proses evakuasi muatan dilakukan, polisi menemukan 10 dus minuman keras yang tersimpan di bawah tumpukan plafon plastik. "Muatan utamanya plafon plastik. Miras ditemukan di bagian tengah bak dan langsung kami amankan sebagai barang bukti untuk penyelidikan," kata Sofian.
Pemeriksaan awal juga mengungkap Riky diduga bukan sopir tetap truk tersebut. Polisi turut menduga pengemudi berada dibawah pengaruh alkohol saat dimintai keterangan sehingga keterangannya berubah-ubah.
"Dari pengakuannya, sehari-hari dia sopir mobil LPG, bukan sopir truk ini. Karena keterangannya belum konsisten dan diduga dipengaruhi alkohol, kami masih melakukan pendalaman," ungkapnya.
Saat ini polisi masih menyelidiki kepemilikan truk maupun asal-usul 10 dus miras tersebut. Pengemudi bersama rekannya telah diamankan di Polsek Sungai Pinang, sementara kendaraan beserta seluruh muatan disita sebagai barang bukti.
"Kami masih mendalami kepemilikan kendaraan, asal-usul barang, serta tujuan pengirimannya. Seluruhnya masih dalam proses penyelidikan," tutup Sofian.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 16/07/2026
pihak Kepolisian saat melakukan olah TKP awal di lokasi kejadian (dok Satlantas Polresta Samarinda)
TERPOPULER