"Sudah lebih dari empat tahun pelayanan kesehatan dilaksanakan di bangunan Pustu. Kondisi ini tentu belum sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang ideal bagi masyarakat," ujar Petronela saat dikonfirmasi Korankaltim.com Kamis (16/7/2026).
Pembangunan puskesmas baru menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih layak, baik dari sisi sarana, prasarana maupun kualitas pelayanan.
Dinkes P2KB sebenarnya telah mengusulkan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak 2023. Namun hingga 2025 usulan tersebut belum dapat direalisasikan sehingga pembangunan akhirnya dilakukan melalui dukungan pemerintah daerah.
Selain kondisi bangunan, faktor geografis juga menjadi pertimbangan utama. Sejumlah kampung di Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, hingga Long Hubung masih memiliki akses yang cukup jauh menuju fasilitas kesehatan induk sehingga masyarakat kerap mengalami kendala memperoleh pelayanan kesehatan.
Di Kecamatan Long Hubung misalnya, warga Kampung Mamahak Teboq, Lutan, Sirau, hingga Kampung Mata Libaq masih harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.
"Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Tidak hanya Puskesmas Mamahak Besar yang akan dibangun, tetapi secara bertahap kami juga akan terus mengusulkan pembangunan fasilitas kesehatan untuk kampung-kampung lain yang masih terisolasi dan membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat," jelas Nela lagi .
Pembangunan Puskesmas Mamahak Besar diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pemerataan layanan kesehatan di Mahakam Ulu.
Dengan tersedianya fasilitas yang lebih representatif, masyarakat di wilayah pedalaman diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas dan mudah dijangkau.
Editor: Aspian Nur