Rabu, 15/07/2026
Rabu, 15/07/2026
Pertemuan KONI Kaltim dengan beberapa Cabang Olahraga (cabor) yang ada di Kaltim. (Foto: Dok.KONI Kaltim)
Rabu, 15/07/2026

Pertemuan KONI Kaltim dengan beberapa Cabang Olahraga (cabor) yang ada di Kaltim. (Foto: Dok.KONI Kaltim)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan sistem digital berupa dashboard pengelolaan anggaran sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana pembinaan olahraga.
Ketua Harian KONI Kaltim, Nindya Listyono, mengatakan gagasan tersebut merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, yang menginginkan seluruh penggunaan anggaran dapat dipantau secara terbuka dan tepat sasaran.
“Pak Ketua Umum menginstruksikan agar pengelolaan anggaran benar-benar transparan dan akuntabel. Saat ini tim sedang mengembangkan dashboard tersebut dan nantinya akan diluncurkan setelah prosesnya selesai,” ujar Nindya, Rabu (15/7/2026).
Melalui sistem itu, setiap cabang olahraga (cabor) hanya dapat mengakses data keuangan miliknya sendiri. Namun, pengurus, pelatih hingga atlet di masing-masing cabor dapat memantau besaran bantuan yang diterima serta penggunaannya.
Dengan demikian, apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pemanfaatan anggaran, persoalan tersebut dapat segera diketahui sejak awal sehingga memudahkan penerapan mekanisme pembinaan maupun reward dan punishment.
“Atlet juga bisa melihat bantuan yang diterima cabornya digunakan untuk apa saja. Kalau ada yang tidak sesuai, mereka bisa langsung menyampaikan kepada pengurus atau pelatih,” jelasnya.
Selain membangun sistem pengawasan anggaran, kepengurusan baru KONI Kaltim juga mulai melakukan silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi seluruh cabang olahraga.
Menurut Nindya, untuk pertama kalinya Ketua Umum mengundang pengurus cabor, pelatih dan atlet dalam satu forum guna mendengarkan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.
Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya kebutuhan venue latihan, fasilitas dan peralatan olahraga, program pelatihan berkelanjutan, anggaran pembinaan hingga peningkatan apresiasi terhadap atlet.
Seluruh masukan tersebut akan menjadi dasar penyusunan dashboard yang tidak hanya memuat informasi keuangan, tetapi juga indikator kinerja (KPI) masing-masing cabang olahraga beserta analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (SWOT).
“Kami sedang memasuki masa transisi kepengurusan. Sekarang kami juga meminta seluruh cabor memperbarui data mereka agar nantinya seluruh informasi yang digunakan benar-benar valid,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menegaskan pembagian kategori cabang olahraga beserta besaran anggaran pembinaan bukan disusun oleh kepengurusan yang baru.
Ia menjelaskan klasifikasi cabor unggulan, andalan, harapan maupun binaan telah ditetapkan sebelum kepengurusan saat ini terbentuk dan telah dilaporkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
“Semua itu sudah dibahas sebelum kepengurusan kami. Kami tinggal menerima data dan menjalankan sesuai ketetapan yang sudah ada, termasuk besaran anggarannya,” tuturnya.
Editor: Erwin
Rabu, 15/07/2026
Pertemuan KONI Kaltim dengan beberapa Cabang Olahraga (cabor) yang ada di Kaltim. (Foto: Dok.KONI Kaltim)
TERPOPULER