Rabu, 15/07/2026

Langkah Prancis Dihentikan Spanyol, Kylian Mbappe: Saya Bertanggung Jawab

Rabu, 15/07/2026

Kylian Mbappe, kapten timnas Prancis yang mengaku bertanggung jawab atas kegagalan Les Blues setelah dikalahkan Spanyol. (apphoto)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Langkah Prancis Dihentikan Spanyol, Kylian Mbappe: Saya Bertanggung Jawab

Rabu, 15/07/2026

logo

Kylian Mbappe, kapten timnas Prancis yang mengaku bertanggung jawab atas kegagalan Les Blues setelah dikalahkan Spanyol. (apphoto)

KORANKALTIM.COM - Kylian Mbappé menyadarinya sendiri di lapangan: Prancis memang tidak bermain cukup baik untuk mencapai final Piala Dunia ketiga mereka secara berturut-turut. 

Penyerang Prancis itu kini harus puas dengan pertandingan perebutan tempat ketiga serta melanjutkan upaya meraih penghargaan Sepatu Emas dalam persaingan ketat dengan megabintang Argentina, Lionel Messi. 

Mbappé, salah satu bintang terbesar Piala Dunia tahun ini dan satu diantara pencetak gol terhebat dalam olahraga ini, gagal menciptakan banyak peluang saat timnya kalah 0-2 dari Spanyol di babak semifinal Rabu (15/7/2026) dini hari tadi di Stadion AT&T Kota Arlington, Texas, Amerika Serikat. Sejauh ini Mbappé dan Messi sama-sama telah mencetak delapan gol. 

Mbappé, yang memenangkan Sepatu Emas pada Piala Dunia 2022 sebelumnya empat tahun lalu di Qatar, unggul dalam kriteria penentu pertama (tie-breaker) dengan catatan 3 assist berbanding 2 milik Messi. 

Messi dan juara bertahan Argentina akan bertanding dini hari nanti melawan Inggris. Kedua pemain akan menjalani satu pertandingan lagi sebelum penentuan pemenang penghargaan tersebut. 

Prancis akan menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya dalam perebutan tempat ketiga di Miami Gardens, Florida akhir pekan ini, ementara itu, Spanyol akan menghadapi pemenang laga tersebut di East Rutherford, New Jersey, dalam pertandingan final. 

"Pada akhirnya semua menikmati segala kejayaan saat menang tapi saat tidak menang itu adalah bagian dari permainan. Sebagai kapten, saya harus memikul tanggung jawab penuh, dan saya tidak keberatan dengan hal itu. Kami ingin melaju ke final. Namun, kami gagal mencapainya," ujar Mbappe. 

Mbappé mencatatkan jumlah sentuhan bola paling sedikit dibandingkan penyerang mana pun di babak pertama, yakni 15 kali. Mungkin momen paling mencolok darinya adalah saat ia mencoba meyakinkan wasit Ivan Barton penalti yang berujung pada gol pertama Spanyol seharusnya tidak diberikan. 

Keputusan wasit mengenai pelanggaran Lucas Digne terhadap pemain remaja Lamine Yamal tetap berlaku, dan eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 membawa Spanyol unggul hingga akhir pertandingan. Peluang terbaik Mbappé datang pada menit ke-67 ketika tembakannya membentur kaki bek Spanyol Marc Cucurella, dan bola melenceng tipis dari sasaran. Saat itu La Roja sudah unggul dua gol. 

"Mereka adalah tim yang gemar menguasai jalannya pertandingan dan penguasaan bola. Itulah yang kami biarkan mereka lakukan. Kami membiarkan lini tengah mereka memiliki terlalu banyak waktu untuk bermain, dan pada akhirnya, mereka memang memiliki kualitas permainan yang mumpuni. Sulit rasanya jika tidak mengubah pola permainan Spanyol. Kami belum berada di level yang cukup untuk melaju ke final," ungkapnya. 

Mbappé yang kini berusia 27 tahun, diganjar kartu kuning pada menit ke-86 saat ia berlari cepat ke arah Unai Simón tepat ketika kiper Spanyol itu sedang membungkuk untuk mengambil bola. 

Keduanya pun bertabrakan, yang menyebabkan Simón terjatuh ke lapangan. Mbappé tampil sejak awal dalam pertandingan melawan Spanyol setelah dilaga sebelumnya ditarik keluar pada menit ke-77 saat timnya menang 2-0 atas Maroko di perempat final, laga dimana ia mencetak gol kedelapannya dalam turnamen tersebut. 

Mbappé juga mencetak delapan gol empat tahun lalu di Qatar, saat Prancis kalah dari Messi dan Argentina melalui adu penalti di partai final. Sebelumnya, Prancis mengalahkan Kroasia untuk menjuarai Piala Dunia delapan tahun lalu di Rusia. 

"Mereka (Prancis) bisa menghukum lawan kapan saja, jadi menurut saya fokus di setiap menit pertandingan adalah kuncinya," kata gelandang Spanyol, Rodri. 

Editor: Aspian Nur

Langkah Prancis Dihentikan Spanyol, Kylian Mbappe: Saya Bertanggung Jawab

Rabu, 15/07/2026

Kylian Mbappe, kapten timnas Prancis yang mengaku bertanggung jawab atas kegagalan Les Blues setelah dikalahkan Spanyol. (apphoto)

Share

Berita Terkait