Rabu, 15/07/2026
Rabu, 15/07/2026
Rabu, 15/07/2026

Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Pembinaan olahraga di Kabupaten Kutai Barat tidak bisa hanya mengandalkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 yang akan berlangsung November mendatang di Kabupaten Paser.
Dibutuhkan program yang berkelanjutan, dukungan anggaran yang terencana, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan agar prestasi atlet terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kubar, Rita Asmara Dewi, saat rapat kerja DPRD bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Sosial (Kesra) Setkab Kubar, Selasa (14/7/2026) kemarin.
Forum tersebut menjadi momentum menyatukan langkah antara legislatif, pemerintah daerah dan KONI dalam membangun arah pembinaan olahraga yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Dalam rapat itu, KONI memaparkan kondisi pembinaan olahraga di Kubar yang saat ini menaungi 54 cabang olahraga. Sebanyak 48 cabang olahraga diproyeksikan ambil bagian pada Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser dengan kekuatan sekitar 675 atlet. Selain membidik hasil maksimal pada ajang tersebut, KONI juga menyusun program pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Rita menilai langkah tersebut perlu mendapat dukungan semua pihak. Menurutnya, keberhasilan olahraga daerah tidak hanya bergantung pada KONI, tetapi juga membutuhkan komitmen pemerintah daerah dan DPRD dalam memberikan dukungan sesuai skala prioritas.
"Kalau kita duduk bersama seperti ini, kita bisa mengetahui persoalan yang dihadapi masing-masing. Dari KONI bisa menyampaikan kebutuhan dan programnya, sementara DPRD maupun pemerintah daerah bisa melihat apa yang menjadi prioritas untuk kita dukung bersama," ujarnya.
Rita mengingatkan pembinaan atlet tidak boleh hanya meningkat ketika Porprov semakin dekat. Menurutnya, KONI perlu memiliki program yang realistis dan berkesinambungan sehingga proses pembinaan terus berjalan setiap tahun. Dengan demikian, regenerasi atlet dapat berlangsung secara konsisten dan target prestasi lebih mudah dicapai.
"Harapan saya, KONI memiliki program kerja yang berkelanjutan. Jangan hanya sibuk ketika mendekati Porprov, tetapi pembinaan harus terus berjalan sehingga prestasi atlet dapat terus berkembang," sebut Rita.
Selain pembinaan, Rita juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana olahraga. Menurutnya, atlet membutuhkan fasilitas latihan yang memadai agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal. Ia mengaku selama ini juga berupaya membantu sejumlah cabang olahraga melalui penyediaan fasilitas, khususnya bagi atlet usia dini, sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi di Kutai Barat.
Rita turut mendukung peningkatan bonus bagi atlet berprestasi namun kebijakan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
"Kalau memang kemampuan daerah memungkinkan tentu akan lebih baik. Bonus itu menjadi bentuk penghargaan sekaligus penyemangat bagi atlet yang telah berjuang membawa nama daerah," sebut Rita lagi.
Sejalan dengan pandangan tersebut, rapat kerja juga menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pembinaan olahraga di Kutai Barat. Di antaranya penyusunan Standar Satuan Harga (SSH) dan Standar Biaya Umum (SBU) khusus bidang olahraga, optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembinaan atlet usia dini, usulan penambahan hibah bagi KONI melalui APBD Perubahan 2026, hingga pembentukan tim akselerasi lintas perangkat daerah sebagai persiapan Kutai Barat menjadi tuan rumah Porprov IX Tahun 2030.
Bagi Rita, seluruh rencana tersebut hanya akan memberi dampak apabila dibangun di atas komunikasi yang baik dan komitmen bersama. Ia berharap koordinasi antara KONI, Dispora, BKAD, Bagian Kesra, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar setiap program yang telah dirancang dapat diwujudkan secara optimal.
"Kita harus bersama-sama memperbaiki komunikasi dan kerja sama. Tujuan kita sama, bagaimana olahraga Kutai Barat semakin maju dan prestasinya terus meningkat," tegasnya.
Prestasi olahraga bukan hanya tentang pencapaian medali di satu ajang, melainkan hasil dari proses pembinaan yang konsisten, dukungan anggaran yang tepat sasaran, serta sinergi seluruh pihak. Dengan fondasi tersebut, ia optimistis atlet-atlet Kubar mampu terus berkembang dan membawa nama daerah berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. (*)
Rabu, 15/07/2026
TERPOPULER