Rabu, 15/07/2026

Bebek Hidup Dijadikan Umpan untuk Tangkap Buaya yang Muncul di Kawasan Permukiman dan Area Bermain Anak Gunung Steleng Penajam

Rabu, 15/07/2026

Ilustrasi buaya ( Foto: Google )

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bebek Hidup Dijadikan Umpan untuk Tangkap Buaya yang Muncul di Kawasan Permukiman dan Area Bermain Anak Gunung Steleng Penajam

Rabu, 15/07/2026

logo

Ilustrasi buaya ( Foto: Google )

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Keberadaan seekor buaya di sekitar Muara Sungai Kapau kawasan Gunung Steleng, Kelurahan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin meresahkan warga. Pasalnya, lokasi kemunculan reptil tersebut berada sangat dekat dengan permukiman, pelabuhan batu serta area yang kerap menjadi tempat bermain anak-anak. Melihat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU tengah mematangkan rencana evakuasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat maupun kelestarian satwa. Kepala BPBD PPU Nurlaila menjelaskan, satu diantara opsi penanganan yang saat ini disiapkan adalah menangkap buaya menggunakan umpan buatan berupa bebek hidup. "Kalau penangkapan kami pancing dengan bebek hidup menggunakan umpan dari wire netzer. Kami tunggu sampai kena," ujar Nurlaila saat diwawancarai Korankaltim Rabu (15/7/2026). Langkah evakuasi perlu segera dilakukan karena tingginya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kemunculan buaya. Selain dekat dengan rumah warga, kawasan tersebut juga sering digunakan anak-anak untuk berenang di pelabuhan saat air pasang. Di sisi lain, warga juga rutin memancing dan merenggek (mencari ikan) di kawasan muara yang merupakan habitat alami buaya. BPBD menghindari tindakan ekstrem seperti penembakan karena dinilai berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar. "Kami tahu karakteristik buaya itu pengingat dan pendendam yang kuat. Takutnya jika ditembak, akan ada reaksi ekstrem atau serangan balasan dari kawanan buaya lain di sekitar sana," papar Nurlaila. Saat ini BPBD PPU terus berkoordinasi dengan pihak Polsek, Koramil, dan tokoh masyarakat setempat untuk menentukan teknis penanganan yang paling aman. Sebagai langkah preventif BPBD juga telah memasang papan pelat imbauan agar warga, khususnya anak-anak, tidak mendekati kawasan rawan kemunculan buaya. Mengingat kewenangan penanganan satwa liar berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berpusat di Balikpapan, BPBD PPU berharap rencana evakuasi mandiri melalui metode pemancingan dapat segera disepakati bersama demi menjamin keselamatan masyarakat Gunung Steleng. 

Editor : Aspian Nur

Bebek Hidup Dijadikan Umpan untuk Tangkap Buaya yang Muncul di Kawasan Permukiman dan Area Bermain Anak Gunung Steleng Penajam

Rabu, 15/07/2026

Ilustrasi buaya ( Foto: Google )

Share

Berita Terkait