Kamis, 09/07/2026
Kamis, 09/07/2026
Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Kamis, 09/07/2026

Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Rencana investasi jaringan bioskop XXI di kawasan Tangga Arung Square dipastikan batal akibat ketidakcocokan konsep bisnis.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memilih mundur demi mengejar skema investasi yang memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi kas daerah dan masyarakat setempat.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menegaskan, pembatalan ini dipicu oleh perbedaan prinsip dalam skema pembangunan. Manajemen XXI mengajukan konsep pembangunan mandiri secara penuh di kawasan tersebut, namun skema bangun sendiri dari nol dinilai kurang memberikan keuntungan yang adil bagi kas daerah.
Pemkab Kukar bersikap tegas hanya menerima investor yang mau memanfaatkan bangunan yang sudah ada agar terjadi pembagian keuntungan yang adil.
"XXI tidak jadi masuk disini karena mereka maunya bangun sendiri sedangkan kalau bangun sendiri, keuntungan jangka panjang untuk daerah itu kurang. Kami tetap maunya ada di sini, tapi keuntungan dan manfaat untuk daerah juga tetap ada," jelas Rendi, Kamis (9/7/2026).
Peninjauan yang dilakukan beberapa waktu lalu sebagai langkah cepat memulihkan aktivitas Tangga Arung Square (TAS) yang mulai sepi sejak diresmikan pada Januari 2026. Pemkab Kukar terinspirasi oleh keberhasilan revitalisasi Pasar Kosambi di Bandung, Jawa Barat, yang sukses menghidupkan kembali kawasan perdagangan mati melalui gerakan anak muda dan UMKM kreatif.
Pemkab kini tengah menyusun konsep penataan untuk memanfaatkan kios-kios kosong sebagai ruang usaha baru bagi pelaku UMKM muda yang aktif di Tenggarong.
Lorong pasar akan diisi oleh para pelaku usaha lokal, seperti versi mini dari unit usaha di kawasan Timbau. Area ini akan diisi oleh coffee shop, barber, clothing, hingga kuliner lokal. Para tenant diberikan keleluasaan memodifikasi lapak agar kawasan ini memiliki daya tarik visual yang khas.
"Kami akan siapkan lapak di sini untuk dibuka dan boleh dimodifikasi sesuai kreativitas mereka sehingga ini menjadi hidden gem-nya Tenggarong," sebut Rendi lagi.
Meski kerja sama dengan XXI berakhir, misi menghadirkan fasilitas sinema di TAS dipastikan tetap berjalan. Proyek strategis ini terbuka lebar bagi jaringan pelaku usaha lain yang memiliki visi pembangunan sejalan dengan pemerintah daerah.
"Sudah ada pihak investor baru yang melakukan pendekatan, namun identitasnya masih kami rahasiakan," tutupnya.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 09/07/2026
Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER