Senin, 06/07/2026
Senin, 06/07/2026
Satu kawasan di Desa Tanjung Batu yang diharapkan bisa kian berkembang kalau mengelola perkebunan. (Foto: doksewukuto)
Senin, 06/07/2026

Satu kawasan di Desa Tanjung Batu yang diharapkan bisa kian berkembang kalau mengelola perkebunan. (Foto: doksewukuto)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Perubahan orientasi pembangunan di Kampung Tanjung Batu, Kabupaten Berau diminta dilakukan agar tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, yang menyebut sektor tersebut memiliki prospek lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan Sa’ga saat berdialog dengan pemerintah kampung dan warga dan menilai pola pembangunan yang selama ini bertumpu pada sektor perikanan perlu mulai diimbangi dengan pengembangan perkebunan sebagai sumber ekonomi baru.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, sejumlah kampung di wilayah lain telah membuktikan bahwa peralihan sebagian mata pencaharian dari nelayan ke sektor perkebunan mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat.
“Kalau dulu 100 persen nelayan, ke depan bisa jadi 10 persen nelayan dan 90 persen perkebunan. Ini peluang besar jangka panjang yang tidak bisa diabaikan,” ujar Sa’ga, Senin (6/6/2026).
Potensi lahan yang dimiliki sejumlah kampung di Kabupaten Berau dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut yang dipengaruhi musim dan kondisi cuaca.
Selain menyampaikan gagasan mengenai arah pembangunan ekonomi, Sa’ga juga memastikan akan mengawal berbagai aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam pembahasan anggaran daerah. Ia mengakui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026 telah disahkan sehingga usulan baru akan diperjuangkan pada pembahasan anggaran perubahan yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Sejumlah kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi perhatian, di antaranya peningkatan kualitas drainase, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, penambahan tenaga kesehatan, hingga penyediaan ambulans untuk meningkatkan pelayanan publik di kampung.
"Karena, pembangunan fisik tetap menjadi kebutuhan penting. Jadi, pembangunan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar hasil pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang," papar Sa’ga.
Penguatan sektor perkebunan dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di tingkat kampung.
Karena itu masyarakat diajak mulai mempersiapkan diri dengan memanfaatkan potensi yang tersedia sejak sekarang. Dukungan pemerintah, menurutnya, akan lebih optimal apabila masyarakat memiliki komitmen untuk mengembangkan sektor tersebut.
Pembangunan Kampung Tanjung Batu ke depan diharapkan mampu berjalan lebih seimbang, yakni menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan penguatan sektor ekonomi produktif sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara stabil dan berkelanjutan.
“Saya akan kawal dan koordinasikan. Tapi, masyarakat sudah harus memulai langkah awal untuk terjun ke sektor perkebunan,” tutup Sa’ga.
Editor: Aspian Nur
Senin, 06/07/2026
Satu kawasan di Desa Tanjung Batu yang diharapkan bisa kian berkembang kalau mengelola perkebunan. (Foto: doksewukuto)
TERPOPULER