Senin, 23/03/2026
Senin, 23/03/2026
Beberapa toko kelontong yang masih buka sejak awal momen Idulfitri. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Senin, 23/03/2026

Beberapa toko kelontong yang masih buka sejak awal momen Idulfitri. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Lonjakan kebutuhan memasak selama Idulfitri mendorong permintaan gas elpiji 3 kilogram di Samarinda meningkat signifikan. Dampaknya, harga di tingkat pengecer merangkak naik dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemilik warung kelontong di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Firman, mengatakan permintaan gas elpiji 3 kilogram masih tinggi hingga saat ini. Ia mengaku banyak warga, terutama ibu rumah tangga, yang datang untuk mencari kebutuhan tersebut.
“Sejak dua hari lalu banyak yang cari. Memang biasanya kalau lebaran melonjak permintaan. Sampai hari ini juga banyak yang cari, selama stoknya masih ada saya jual,” ungkapnya.
Firman mengaku harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer telah mencapai Rp40 ribu per tabung pada momen Lebaran. Meski demikian, ia menyebut keuntungan yang diperoleh relatif tipis karena posisinya sebagai tangan ketiga dalam rantai distribusi. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp18 ribu per tabung.
Menurut Firman, tidak hanya gas elpiji, sejumlah kebutuhan pokok lain seperti gula dan tepung juga mengalami peningkatan penjualan selama Lebaran.
Sementara itu, pemilik warung di Kelurahan Tani Aman yang akrab disapa Bu Haji mengatakan tetap membuka usahanya karena tingginya kebutuhan warga sekitar. Warung miliknya, seperti halnya milik Firman, juga diburu pembeli yang mencari gas elpiji 3 kilogram.
“Iya banyak yang cari, harganya Rp40-45 per tabung. Mungkin karena kebutuhan meningkat harga dari agen juga naik kali ya,” sebutnya.
Berbeda dengan salah satu warung yang ada di Kelurahan Rapak Dalam, biasa disebut Aji, harganya masih terbilang murah ketimbang di Kelurahan Tani Aman dan Harapan Baru.
“Sampai sekarang harganya di Rp30-35 sih, tidak ada kenaikan yang cukup tinggi. Tapi memang biasanya di Rp25-28 ribu,” imbuhnya.
Seorang pelanggan bernama Siti (55) mengaku tetap membeli gas elpiji meski harganya melonjak karena kebutuhan lebaran.
“Iya karena harus masak jadi tetap dibeli walaupun Rp40 ribu. Kalau beli yang besar itu bingung juga bagaimana bawanya ke rumah, tidak ada kendaraan yang memadai,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Senin, 23/03/2026
Beberapa toko kelontong yang masih buka sejak awal momen Idulfitri. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER