Selasa, 30/01/2024

Beras Petani di Samarinda Bakal Dibeli Melalui Bulog, Pemkot Beri Subsidi Harga Pasaran

Selasa, 30/01/2024

CPP beras Bulog yang dibagikan pemerintah ke masyarakat. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Beras Petani di Samarinda Bakal Dibeli Melalui Bulog, Pemkot Beri Subsidi Harga Pasaran

Selasa, 30/01/2024

logo

CPP beras Bulog yang dibagikan pemerintah ke masyarakat. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Penulis: */Ainur Rofiah

KORANKLTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) Kota Samarinda berencana akan membeli beras milik petani lokal yang ada disejumlah kecamatan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hal ini dilakukan agar terjadi simbiosis mutualisme atau hubungan saling menguntungkan antara Pemkot, Bulog dan petani itu sendiri

Kepala Dinas Ketapang Tani, Muhammad Darham melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Diah Hurisdiana menjelaskan, untuk bisa melaksanakan rencana tersebut, pihaknya saat ini masih dalam tahap penyusunan draft agar saat kerja sama ini berjalan, tak ada menemui kendala.

“Draftnya masih dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Jadi kita inginnya, Bulog dengan Pemkot ada harmonisasi dengan petani yang ada di Samarinda,” ungkap perempuan yang akrab disapa Diah itu, Selasa (30/1/2024).

Beras yang dibeli nantinya akan dimasukkan dalam Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), karena Bulog merupakan penyalur dari CPP beras. Dia mengatakan, rencananya nanti, Bulog akan membeli semua hasil panen dari para petani dengan harga yang disepakati oleh petani dan Pemkot.

“Bulog beli dengan harga yang disepakati Bulog, petani dan Pemkot. Kalau ada kenaikan, umpamanya harga dari Bulog Rp9.950 per kg, tapi kalau dari petani jual di pasaran sekitar Rp11.500 per kg,” jelasnya.

Diah menjelaskan, selisih harga itu nanti akan disubsidi oleh Pemkot Samarinda. Artinya akan ada Rp1.550 per kg yang harus ditanggung Pemkot.
Seperti diketahui, ada beberapa lokasi penghasil padi di Samarinda yakni Sambutan, Bantuas, dan Lempake.

“Dari situ kita akan menampung beras-beras itu. Kami merata-ratakan sekitar 4 ton untuk satu hektare hasil mereka. Karena kadang ada yang 5 ton lebih, ada yang 3,5 ton. Ada juga yang 6 ton, tapi itukan tergantung dari perawatan lagi, trus kesiapan mereka terhadap hama di sawah itu,” urainya.

Dengan pembelian ini, Diah berharap CPP yang tersedia di Bulog tak lagi didatangkan dari luar negeri. Sekadar informasi, bahwa CPP yang ada saat ini diambil dari berbagai negara.

Salah satu negara yang mengimpor beras ke Kalimantan Timur (Kaltim) adalah Thailand. Beras inilah yang kemudian menjadi CPP dan dibagikan ke masyarakat.

“Rencana ini akan dimulai tahun ini, mungkin di Anggaran Pendapatan dan Belanaj Daerah (APBD) Perubahan 2024. Karena kita belum tahu berapa hasil produksi dari petani,” bebernya.

Editor: Maruly Z

Beras Petani di Samarinda Bakal Dibeli Melalui Bulog, Pemkot Beri Subsidi Harga Pasaran

Selasa, 30/01/2024

CPP beras Bulog yang dibagikan pemerintah ke masyarakat. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait