Jumat, 13/03/2026
Jumat, 13/03/2026
Ketua Bapemperda DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto (kiri) , saat hadir dalam rapat pembahasan Raperda Perbukuan dan Literasi. (Foto: Istimewa)
Jumat, 13/03/2026

Ketua Bapemperda DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto (kiri) , saat hadir dalam rapat pembahasan Raperda Perbukuan dan Literasi. (Foto: Istimewa)
KORANKALTIM.COM, TANJUNG SELOR – Ketua Bapemperda DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, menekankan pentingnya penguatan budaya membaca dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perbukuan dan Literasi.
Menurut Supa’ad, buku dan literasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau kita bicara literasi atau ilmu, pasti kita bicara buku. Begitu juga kalau kita bicara buku, tentu kita bicara ilmu dan literasi,” ujar Supa’ad, pada pekan ini.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberadaan buku saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
“Kalau hanya ada buku saja tapi tidak dibaca tentu sia-sia, karena tidak ada manfaat yang diperoleh,” katanya.
Ia menilai Raperda tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk mendorong tumbuhnya ekosistem literasi di Kaltara, baik melalui penyediaan buku, peningkatan minat baca, maupun penguatan peran berbagai pihak dalam pengembangan literasi.
Supa’ad juga berharap regulasi tersebut nantinya dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurut dia, jika Perda ini dapat diimplementasikan dengan baik, maka regulasi tersebut akan menjadi salah satu warisan penting dari DPRD Kaltara periode 2024–2029.
“Ketika Perda ini lahir, kita berharap menjadi peninggalan yang penting dan bermanfaat dari lembaga DPRD periode sekarang,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin
Jumat, 13/03/2026
Ketua Bapemperda DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto (kiri) , saat hadir dalam rapat pembahasan Raperda Perbukuan dan Literasi. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER