Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kaltara dan BNN Provinsi Kaltara membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Pembahasan mencakup peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan upaya pencegahan sejak usia dini, hingga koordinasi antarlembaga dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba.
Achmad Djufrie menegaskan, penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang tidak bisa ditangani oleh satu institusi saja. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Yang kami dorong bukan hanya penindakan, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi serta memperkuat pencegahan sejak usia dini. Kolaborasi semua pihak menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba,” kata Achmad Djufrie.
Ia menambahkan, DPRD Kaltara siap mendukung penguatan sinergi dengan BNN melalui fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Harapannya, kerja sama tersebut mampu memperluas jangkauan program pencegahan hingga ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Jika sinergi ini terus diperkuat, kami optimistis upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya. (adv)