
Kamis, 23/07/2026
Kamis, 23/07/2026
Audiensi pemutakhiran SSK Kubar di Kantor Pemkab Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Kamis, 23/07/2026

Audiensi pemutakhiran SSK Kubar di Kantor Pemkab Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Persoalan air limbah domestik dan pengelolaan sampah masih menjadi perhatian dalam pembangunan sanitasi di Kubar. Pemerintah daerah kini menyiapkan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 2026-2030 sebagai acuan penanganan sektor tersebut untuk lima tahun ke depan.
Penyusunan dokumen itu dibahas dalam audiensi pemutakhiran SSK Kamis (23/7/2026). Selain mengevaluasi pelaksanaan program lima tahun sebelumnya, pembahasan diarahkan untuk memetakan persoalan sanitasi yang masih dihadapi di lapangan.
Mewakili Bupati Kubar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar Erik Victory mengatakan, pengelolaan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur. Penanganan air limbah domestik dan persampahan juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan.
“Kegiatan audiensi ini merupakan momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta menghimpun berbagai masukan dalam proses pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten Kubar,” kata Erik.
Pemkab Kubar sebelumnya telah menjalankan SSK tahap pertama periode 2021-2025. Namun, dari sejumlah program yang direncanakan, masih terdapat kegiatan yang belum dapat direalisasikan secara optimal karena berbagai kendala di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyusunan SSK 2026–2030. Pemerintah ingin strategi lima tahun berikutnya lebih menyesuaikan kondisi daerah sekaligus mampu menjawab persoalan sanitasi yang belum tertangani.
Dalam penyusunannya, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu hal yang ditekankan. Perencanaan dan penganggaran program sanitasi juga perlu diperkuat, termasuk melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur dan program pemerintah, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumber serta pengelolaan air limbah domestik turut menjadi perhatian.
Sekretaris Bappedalitbang Kubar Florensius Steven menjelaskan, penyusunan SSK 2026-2030 telah melalui sejumlah tahapan. Mulai dari evaluasi dokumen periode 2021-2025, identifikasi permasalahan sanitasi, perumusan isu strategis hingga penyusunan rekomendasi kebijakan dan rencana implementasi.
“Pada 8 Juli lalu kami telah melakukan pemaparan kepada Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Timur serta Direktorat Sanitasi. Hari ini merupakan tahapan audiensi bersama Bapak Sekretaris Daerah, dan selanjutnya telah dijadwalkan penyampaian kepada Bupati Kubar pada (28/7/2026),” jelas Florensius.
Audiensi tersebut turut melibatkan perwakilan Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov Kaltim, tim fasilitator, perangkat daerah yang tergabung dalam Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta camat, lurah dan petinggi di Kubar.
Masukan dari berbagai pihak tersebut selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan SSK 2026-2030. Dokumen itu diharapkan menjadi dasar penentuan program dan prioritas penanganan sanitasi sesuai persoalan serta kebutuhan masyarakat di Kubar. (Adv)
Editor: Aspian Nur

Kamis, 23/07/2026
Audiensi pemutakhiran SSK Kubar di Kantor Pemkab Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER