Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga Pancasila sebagai dasar ideologi dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, peristiwa sejarah yang terjadi pada 1965 menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober.
Menurutnya, keberadaan Pancasila hingga saat ini menunjukkan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika yang terus berkembang.
“Pancasila telah melewati perjalanan panjang dan tetap menjadi dasar yang menyatukan kita,” ujarnya.
Karena itu, peringatan setiap 1 Oktober perlu terus dipertahankan sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Ardiansyah secara khusus mengajak generasi muda dan para pelajar untuk tidak hanya mengenal Pancasila secara teori, tetapi juga memahami makna setiap nilai yang terkandung di dalamnya.
“Generasi muda harus memahami pancasila bukan sekadar hafalan. Nilai-nilainya harus menjadi pedoman dalam bersikap, berinteraksi dan menjalani kehidupan,” katanya.
Menurutnya, semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila juga penting untuk menjaga kehidupan bermasyarakat agar tetap berjalan dalam bingkai persatuan dan kebersamaan. Momentum 1 Oktober dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Kutim untuk terus menjaga persatuan serta mengamalkan nilai Pancasila di tengah perubahan zaman.
“Semangat Pancasila harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pegangan yang kuat dalam menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin