Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Momentum tersebut dinilai penting untuk kembali menumbuhkan semangat kebangsaan, khususnya di kalangan pemuda sebagai generasi penerus bangsa.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Nilai-nilai Pancasila perlu dipahami dan diterapkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
“Baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Pancasila harus menjadi nilai yang benar-benar dipahami oleh generasi muda, bukan hanya diingat ketika ada peringatan. Nilai itu harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Semangat perjuangan para pahlawan revolusi juga perlu dijadikan sumber inspirasi bagi pemuda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi daerah. Generasi muda harus mampu meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui berbagai kegiatan dan bidang yang sesuai dengan potensi masing-masing.
“Perjuangan para pahlawan bisa menjadi teladan bagi anak-anak muda untuk terus bergerak, berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar,” katanya.
Keterlibatan pemuda dalam pembangunan menjadi penting karena generasi tersebut nantinya akan menjadi bagian utama dalam menentukan arah kemajuan daerah.
Karena itu, pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Mereka juga diharapkan mampu mengambil peran melalui kemampuan, keahlian, kreativitas dan kegiatan positif yang dimiliki.
“Anak-anak muda jangan hanya melihat pembangunan sebagai sesuatu yang dilakukan pemerintah,” jelasnya.
Mereka juga harus ikut mengambil bagian sesuai kemampuan dan bidang masing-masing. Ia menilai keberagaman potensi yang dimiliki pemuda Kutim justru dapat menjadi kekuatan apabila dikembangkan dan diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
Ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, membangun kolaborasi serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Setiap pemuda memiliki potensi yang berbeda.
“Kalau semuanya bisa dikembangkan dan diarahkan untuk hal yang positif tentu akan menjadi kekuatan besar,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin