Selasa, 14/10/2025
Selasa, 14/10/2025
Pemain dan ofisial Tanjung Verde usai pertandingan. Jadi negara terkecil di dunia setelah Islandia yang berhasil lolos untuk pertama kalinya ke World Cup 2026. (Foto: fcf)
Selasa, 14/10/2025

Pemain dan ofisial Tanjung Verde usai pertandingan. Jadi negara terkecil di dunia setelah Islandia yang berhasil lolos untuk pertama kalinya ke World Cup 2026. (Foto: fcf)
KORANKALTIM.COM - Cape Verde atau Tanjung Verde, negara berbentuk republik yang terletak dirantai kepulauan Samudra Atlantik Utara, pada pesisir barat Afrika, menorehkan Sejarah yang bahkan bisa disebut menggemparkan sepak bola dunia.
Bagaimana tidak, negara yang hanya berjumlah 500 ribu penduduk, bandingkan dengan Indonesia yang dihuni 300 juta jiwa, berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada tahun depan.
Itu setelah Tanjug Verde menang 3-0 atas Eswatini di Stadion Nasional, sebuah pencapaian yang jauh lebih dari sekadar kemenangan olahraga bagi negara kepulauan kecil ini.
Dengan hanya setengah juta penduduk, tim yang dikenal dengan julukan Blue Sharks atau Hiu Biru itu telah mengatasi rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi bahkan bisa disebut mustahil, mengokohkan keunggulannya di Grup D Kualifikasi Afrika dengan 23 poin dan mengamankan kehadiran mereka dipesta sepakbola terbesar sejagat yang akan diadakan di Amerika Utara.
Perjalanan menuju tonggak sejarah ini ditandai dengan momen-momen penentu, seperti hasil imbang 3-3 melawan Libya yang menjaga asa Tanjung Verde tetap hidup. Namun, kemenangan melawan Kamerun, negara dengan kekuatan tradisional di benua Afrika, menyalakan kembali harapan seluruh bangsa.
Di Stadion Nasional yang dipenuhi antusiasme, Dailon Livramento mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut, sebuah gol yang menjadi simbol tekad dan semangat juang Tanjung Verde.
Ketenaran Livramento melampaui ranah olahraga. Lahir di Rotterdam, Belanda dan merupakan putra diaspora Tanjung Verde, golnya melawan Kamerun mewakili persatuan antargenerasi dan antarbenua, serta telah menginspirasi ribuan anak muda yang memandang sepak bola sebagai cara untuk terhubung dengan akar mereka dan menjangkau dunia.
Bersamanya, pemain lain seperti Roberto Lopes , yang dikenal sebagai Pico, telah berbagi kisah-kisah unik. Pico lahir di Irlandia dan pernah bermain untuk tim nasional U-19 negara Eropa tersebut, tetapi dihubungi untuk mewakili Tanjung Verde melalui jejaring sosial LinkedIn , berkat latar belakang keluarganya.
Pelatih Pedro Leitão Brito , yang akrab dengan sapaan Bubista, menjadi kunci dalam mengkonsolidasikan proyek ini. Setelah kemenangan atas Kamerun , sang pelatih mengungkapkan perasaan tim.
"Saat ini, semuanya ada di tangan kami. Ketika saya menjadi pemain atau asisten, kami merasa kecil, tetapi kami telah menunjukkan bahwa kami dapat menghadapi tim mana pun , bahkan tim yang kondisinya lebih baik dari kami," kata Bubista melansir dari infobae Selasa (14/10/2025) hari ini.
Bagi sang ahli strategi heroik, lolos ke Piala Dunia melampaui ranah olahraga dan menjadi pencapaian bersejarah bagi rakyat Tanjung Verde. "Prinsipnya sama: kami ingin memenangkan setiap pertandingan. Kami tahu kesulitan yang akan kami hadapi di Piala Dunia tetapi kami akan berusaha menampilkan performa yang baik," tegasnya.
Gairah sepak bola di Tanjung Verde terlihat jelas di setiap sudut kepulauan ini. Olahraga dihayati sebagai ritual kolektif, sebuah perayaan identitas nasional yang menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan.
Invasi para penggemar ke lapangan setelah kemenangan melawan Eswatini merupakan ungkapan kegembiraan bersama dan harapan baru, sebuah momen yang akan selalu terukir dalam ingatan kolektif.
Perjalanan Blue Sharks menuju Piala Dunia 2026 tidaklah mudah, meskipun nama mereka akan terukir sebagai negara terkecil kedua (luas permukaannya 4.033 kilometer) yang berpartisipasi dalam ajang internasional teratas tersebut, mengingat Islandia, dalam edisi yang diselenggarakan oleh Rusia pada tahun 2018, menjadi negara terkecil dalam sejarah yang berpartisipasi dalam Piala Dunia.
Kegembiraan publik tercermin melalui perilaku teladan para penggemar yang meskipun diantisipasi akan adanya invasi lapangan, memilih untuk mengizinkan para pemain dan staf pelatih merayakan kemenangan secara eksklusif bersama-sama.
Hal ini menjadikan prestasi ini semakin penting mengingat adanya perayaan nasional untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan dari Portugal, yang mengukuhkan negara kepulauan ini sebagai negara dengan federasi termuda yang bermain di Piala Dunia, mengingat kualifikasi pertamanya dilakukan pada tahun 2000.
Piala Dunia 2026 mengadopsi format yang belum pernah ada sebelumnya, akan dimulai pada 11 Juni di Stadion Azteca di Mexico City dan berakhir pada 19 Juli di Stadion MetLife di New York.
Sesuai persetujuan FIFA, tim-tim akan bertanding dengan sistem di mana dua tim teratas dari setiap grup, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak 32 besar. Sistem ini merupakan struktur yang belum pernah diterapkan sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia. Pengundian babak grup akan dilaksanakan pada 5 Desember di Washington, D.C.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 14/10/2025
Pemain dan ofisial Tanjung Verde usai pertandingan. Jadi negara terkecil di dunia setelah Islandia yang berhasil lolos untuk pertama kalinya ke World Cup 2026. (Foto: fcf)
TERPOPULER