Rabu, 04/02/2026
Rabu, 04/02/2026
Potret banjir yang kembali menggenangi Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, pada Selasa (3/2/2026) lalu. (Ist)
Rabu, 04/02/2026

Potret banjir yang kembali menggenangi Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, pada Selasa (3/2/2026) lalu. (Ist)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Banjir yang kembali menggenangi Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Selasa (3/2/2026) mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.
Pasalnya, kawasan tersebut kerap dilanda banjir setiap kali hujan turun, meski telah mendapat alokasi anggaran besar untuk penanganan.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menilai persoalan banjir di MT Haryono menunjukkan adanya ketidaktepatan dalam perencanaan teknis proyek normalisasi.
Ia mengungkapkan, pemerintah kota sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp136 miliar untuk penanganan banjir di kawasan tersebut.
“MT Haryono ini kan memang setiap hujan selalu banjir. Padahal sudah dikasih anggaran Rp136 miliar, tapi hasilnya masih seperti ini. Artinya, ada yang salah dalam pelaksanaannya,” ujarnya Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, secara fungsi dan kewenangan, DPRD hanya bertugas menyetujui anggaran serta melakukan pengawasan.
Sementara urusan teknis perencanaan dan pelaksanaan proyek sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinas terkait.
“Kalau DPRD itu tugasnya menganggarkan dan mengawasi. Untuk teknis, itu dinas yang lebih tahu. Dalam pengajuan anggaran normalisasi, kami setujui dan kami awasi perencanaannya,” jelasnya.
Budiono menduga permasalahan utama terletak pada perencanaan teknis yang kurang tepat, termasuk dalam penyusunan kajian dan Detail Engineering Design (DED).
Ia menegaskan bahwa anggaran disetujui berdasarkan usulan dan kajian yang diajukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Perencanaannya kan pakai kajian. Mereka mengajukan anggaran sekian, kami setujui dengan tujuan bisa mengatasi dan menyelesaikan banjir. Kalau teknis kajian dan DED-nya, itu ranah dinas. Berarti yang kurang pas ada di situ,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budiono menyoroti penanganan yang dilakukan terkesan hanya menitikberatkan pada aspek estetika, tanpa menyentuh akar permasalahan banjir.
“Seharusnya perencanaannya fokus bagaimana mengatasi banjirnya. Jangan sampai hanya memperbaiki tampilan atau estetika di atasnya saja, tapi persoalan banjirnya tetap tidak selesai,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 04/02/2026
Potret banjir yang kembali menggenangi Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, pada Selasa (3/2/2026) lalu. (Ist)
TERPOPULER