Rabu, 10/08/2022
Rabu, 10/08/2022
Haji Nasir saat mengais puing-puing bekas kebakaran di rumah miliknya RT 27 Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kota Rabu (10/8/2022) siang. (Foto: Yudi Hadi/Korankaltim.com)
Rabu, 10/08/2022

Haji Nasir saat mengais puing-puing bekas kebakaran di rumah miliknya RT 27 Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kota Rabu (10/8/2022) siang. (Foto: Yudi Hadi/Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Sisa puing reruntuhan menjadi saksi ganasnya si jago merah melalap habis rumah si pengrajin emas.
Haji Nasir namanya. Pria paruh baya ini hanya bisa pasrah, rumah dua lantai miliknya yang juga dijadikan sebagai bengkel pengrajin perhiasan emas itu termasuk puluhan gram emas miliknya ikut hangus dalam kebakaran pada Selasa (9/8/2022).
Tak banyak barang yang bisa diselamatkan, keselamatan jasmani keluarga menjadi hal yang utama dirasakan. "Ini baju juga yang menempel di badan saja dari kemarin," tutur pria 61 tahun ini mengawali perbincangan kepada awak media Korankaltim.com Rabu (10/8/2022) siang.
Sambil mengais arang dan abu, Nasir mengkisahkan dirinya ketika musibah terjadi. Saat itu dia tengah berada di kawasan Jenderal Sudirman sekira 500 meter jarak dirinya dengan rumah yang berada di RT 27 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota.
Saat berbincang dengan rekan sejawatnya membicarakan bisnis jual beli emas, tampak sayup-sayup kepulan asap membumbung tinggi. Sempat mengira hanya orang bakar sampah, namun rupanya itu awal dari bencana yang menghanguskan salah satu dari 10 rumah dan 7 ruko.
"Lama kelamaan membesar lalu saya lari menuju rumah, rupanya menantu saya sudah lebih dulu berada di rumah dan mendobrak pintu untuk menyelamatkan barang berharga. Saya kasih kunci lalu masuk, karena bingung saya tak sempat membawa barang-barang ke luar rumah," ujar Nasir sesekali menyeka kening.
Pergolakan batin terjadi, ketika dihadapkan dalam situasi genting. Di sisi lain, asa menyelamatkan barang berharga, namun tak kuasa melihat tetangga bersama berjibaku melawan kobaran api.
"Saya hanya bisa bawa emas anak saya sedikit, emas kerajinan ada 50 gram saya biarkan di dalam rumah ikut terbakar, lalu membantu memadamkan api semampu saya bersama waega," kata Nasir sembari mengais potongan emas yang tersisa.
Rumah dan perabotan serta barang usaha ludes dengan taksiran kerugian Rp300 juta. Nasir mengaku ikhlas. "Kalau dihitung-hitung rumah saja Rp250 juta, mesin buat bentuk perhiasan harganya Rp40 juta ditambah emas yang terbakar, saya ikhlas,"celetuk pria yang sejak 1975 menggeluti kerajinan emas mandiri.
Saat ini Nasir mengaku tinggal bersama keluarga sambil menunggu bantuan dari pemerintah. "Akan saya bangun lagi kalau sudah ada izin dari pemerintah,"harapnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin
Rabu, 10/08/2022
Haji Nasir saat mengais puing-puing bekas kebakaran di rumah miliknya RT 27 Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kota Rabu (10/8/2022) siang. (Foto: Yudi Hadi/Korankaltim.com)
TERPOPULER